Siltaf Kaur Desa Kertaraharja 5 Bulan Tidak Diberikan, Kepala Desa Bungkam

0
183

penabanten.com, Pandeglang – Insentif atau siltap Kaur desa kertaraharja Samapi saat ini belum di berikan,kepala desa kertaraharja kecamatan Sobang samapai tiga kali berita dibtayangkan masih bungkam tidak mau berikan komentar atau penjelasan apapun,Selasa 22/09/2020.

Setelah tiga kali pemberitaan di media penabanten,com kaitan dugaan di Gelapkanya Insentif kaur desa dengan insentif guru ngaji serta ibu- kader,kepala desa kertaraharja masih bungkam tidak memberikan komentar ke awak media,namun setelah ada teguran dari camat sobang dan kadis DPMPD terhadap kepala desa ahirnya insentif guru ngaji dan insentif ibu-ibu kader posyandu diberikan dua hari yang lalu,katanya.


” Hak kami sudah diberikan pak dua hari yang lalu namun kami masih heran belum faham ko insentif kami hanya di terima 350 ribu katanya di potong pajak sama BPJS,dan kami juga tidak tau berapa insentif yang seharusnya kami terima per bulanya,ungkap salah seorang ibu kader yang tidak mau disebutkan namanya”

Hal yang sama juga di katakan ketua MUI mengaku sudah menerima insentifnya dua hari yang lalu namun tetap tidak tau berapa yang seharusnya di terima hanya menerima 470 ribu setelah di potong pajak.

Sekertaris kertaraharja yang berhasil di konfirmasi menjelaskan bahwa benar insentif guru ngaji dan insentif kader posyandu sudah di berikan beliau mengatakan yang di berikan kepada ibu kader hanya 350 ribu yang perbulanua 850 ,kaitan potongan untuk pajak dan BPJS belum bisa menjelaskan.

” Insentif sudah kami berikan pak kepada guru ngaji dan ibu kader,namun kaitan potongan saya tidak tau dan insentif kaur desa,Suparto itu ada di kepala desa saya tidak tau di berikan atau belum “ungkapnya.

Supatro sebagai Prades desa kertaraharja mengaku sampai hari ini insentifnya belum di terima.

Saya sudah koperatif melaksakan tupoksi saya sebagai aparatur desa ,masuk kantor dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan di desa sesuai petunjuk pak camat dan kepala dinas DPMPD namun tetap saja kepala desa tidak mau memberikan hak saya”jelasnya

Insentif kader posyandu yang sudah di terima namun masih belum di mengerti lantaran menurut sekdes insentif per bulanya 85000 namun yang di terima hanya 350 itupun anggota.di kemanakah sisanya sementara kata seksdes per bulan 85 ribu di kali 5 bulan seharusnya 425 ribu ,ini yang membuat pertanyaan dan perlu penjelasan yang jelas.

” Kami butuh penjelasan berapa insentif kami per bulan dan untuk apa uang kami di potong,di ungakpkan benerpa ibu-ibu kader .

Yang berhak menjawab atau menjelaskan kepada aparatur desa hanyalh kepala desa itu sendiri,namun kepala desa tersebut sampai saat ini masih bungkam ,ada apa dengan kepala desa? Kenapa insetif atau siltap perangkat tidak di berikan ,dan Siltaf guru ngaji serta ibu-ibu kader diberikan itupun yang seharunya di berikan pada bulan Agustus yang lalu namun setelah tiga kali berita di terbitkan baru insetif nya diberikan itupun baru guru ngaji dan kader posyandu saja.

 

(Imron)

Tinggalkan Balasan