Polemik Investasi Emas Gegerkan Panimbang, RPM Desak Penanganan Serius terhadap Dugaan Kerugian Warga

- Penulis

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang — Polemik dugaan investasi emas di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, memicu keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan disebut berbondong-bondong mendatangi rumah yang diduga berkaitan dengan pemilik toko emas yang menjadi sorotan dalam persoalan tersebut, Rabu (9/9/2026).

Situasi itu mencuat setelah sejumlah masyarakat mengaku mengalami kerugian dalam skema investasi emas yang mereka ikuti. Warga menduga terdapat persoalan dalam pengelolaan investasi tersebut sehingga hak atau dana yang mereka harapkan belum diperoleh sebagaimana mestinya.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Rakyat Pandeglang Melawan (RPM). Presidium RPM, Rohmat, menilai persoalan tersebut tidak semestinya dipandang sebagai konflik antarindividu semata, melainkan perlu ditangani secara serius apabila benar terdapat masyarakat yang menjadi korban.

“Kami melihat persoalan ini cukup miris. Jika memang ada masyarakat yang merasa dirugikan, maka harus ada penanganan yang pasti terhadap para korban,” ujar Rohmat.

Menurut dia, aparat penegak hukum dan pihak terkait perlu segera memastikan duduk perkara secara objektif. Langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah keresahan masyarakat berkembang menjadi tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.

RPM juga mendorong agar seluruh pihak yang merasa dirugikan menempuh mekanisme hukum dengan mengumpulkan bukti transaksi, perjanjian, komunikasi, serta dokumen lain yang berkaitan dengan investasi tersebut.

Rohmat menegaskan, penyelesaian persoalan harus mengedepankan prinsip due process of law. Artinya, setiap dugaan harus diuji berdasarkan bukti dan keterangan para pihak, bukan melalui penghakiman di ruang publik.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan siapa yang menjadi korban, berapa nilai kerugiannya, bagaimana pola investasinya, dan siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum. Semua itu harus dibuktikan secara terang,” katanya.

Polemik ini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan masyarakat serta potensi kerugian ekonomi warga. Karena itu, transparansi, perlindungan terhadap korban, dan proses hukum yang profesional dinilai menjadi kunci agar persoalan tidak semakin meluas.

Hingga berita ini ditulis, dugaan terkait investasi emas tersebut masih memerlukan verifikasi dan pendalaman dari pihak berwenang. Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sampai terdapat bukti dan keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Berita Terakait

Lima Jurnalis Peliput Erupsi Gunung Anak Krakatau Dilaporkan Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Terus Sisir Lokasi
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, BPPKB HDS DPD   Jajaran DPC Kabupaten Tangerang beserta jajaran PAC Bagikan Masker Gratis untuk Pengguna Jalan
Aksi Nyata DPC PKB Kab. Tangerang: Bagikan 10.000 Masker Gratis untuk Masyarakat
Gunakan Fasos Fasum, Puluhan Lapak di Kutabaru Terancam Dibongkar
Proyek Perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu Dikeluhkan Toko Cisoka, TB H Jalaludin : Satu Tahun Sekali Jalan Di Bongkar Padahal Masih Bagus, Jangan Main Main Dengan Uang Rakyat
Proyek Hutan Bambu Cisoka  Anggaran Rp1,8 Miliar Disorot Squed : Baru Berupa Pemadatan Lahan, RDP Minta Kejelasan Audit
Sudah Beli Tanah, tetapi Nama di Sertipikat Masih Penjual? Segera Proses Peralihan Hak Anda
Klarifikasi Ketua Karang Taruna Desa Nambo Udik: Berita Pembuangan Limbah B3 di Nambo Udik Tidak Benar

Berita Terakait

Rabu, 9 September 2026 - 05:21 WIB

Lima Jurnalis Peliput Erupsi Gunung Anak Krakatau Dilaporkan Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Terus Sisir Lokasi

Rabu, 9 September 2026 - 04:49 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, BPPKB HDS DPD   Jajaran DPC Kabupaten Tangerang beserta jajaran PAC Bagikan Masker Gratis untuk Pengguna Jalan

Selasa, 8 September 2026 - 21:35 WIB

Aksi Nyata DPC PKB Kab. Tangerang: Bagikan 10.000 Masker Gratis untuk Masyarakat

Sabtu, 5 September 2026 - 11:29 WIB

Gunakan Fasos Fasum, Puluhan Lapak di Kutabaru Terancam Dibongkar

Kamis, 3 September 2026 - 11:21 WIB

Proyek Perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu Dikeluhkan Toko Cisoka, TB H Jalaludin : Satu Tahun Sekali Jalan Di Bongkar Padahal Masih Bagus, Jangan Main Main Dengan Uang Rakyat

Rabu, 2 September 2026 - 22:12 WIB

Proyek Hutan Bambu Cisoka  Anggaran Rp1,8 Miliar Disorot Squed : Baru Berupa Pemadatan Lahan, RDP Minta Kejelasan Audit

Selasa, 1 September 2026 - 22:04 WIB

Sudah Beli Tanah, tetapi Nama di Sertipikat Masih Penjual? Segera Proses Peralihan Hak Anda

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WIB

Klarifikasi Ketua Karang Taruna Desa Nambo Udik: Berita Pembuangan Limbah B3 di Nambo Udik Tidak Benar

Berita Terabru