Penabanten.com, – Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan asistensi dan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Antam (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4) ini bertujuan untuk memastikan standar keamanan di salah satu aset strategis negara tersebut berjalan optimal sesuai regulasi terbaru.
Dipimpin langsung oleh Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., tim melakukan peninjauan intensif di berbagai titik krusial, mulai dari Area Pulau Pakal hingga kawasan Smelter. Peninjauan ini mencakup evaluasi fisik pada pos keamanan, pusat operasi jarak jauh (Remote Operations Center), area bahan bakar, hingga dermaga jetty.
“Keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) adalah prioritas. Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh instrumen pengamanan, baik sistem maupun infrastruktur di PT Antam UBPN Maluku Utara, benar-benar memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kombes Pol Mirzal Alwi dalam keterangannya setelah tiba di Ternate, Selasa malam.
Dalam rangkaian tinjauan lapangan tersebut, tim menemukan beberapa poin penting yang menjadi catatan untuk segera ditindaklanjuti oleh manajemen PT Antam. Beberapa di antaranya meliputi pembaruan regulasi pada papan informasi Obvitnas sesuai Kepmen ESDM Nomor 385 Tahun 2025, penguatan zonasi area di Pulau Pakal dan Smelter, serta standarisasi ketinggian pagar parameter.
Selain aspek fisik, tim juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kualifikasi personel pengamanan di lapangan agar sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan evaluasi bersama yang dihadiri oleh jajaran pimpinan unit kerja (Bureau Head & Work Unit Head) PT Antam UBPN Maluku Utara serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari PT Transdana Profitri.
Sinergi antara Polri dan PT Antam ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang aman, kondusif, dan tangguh terhadap segala bentuk gangguan keamanan, mengingat peran krusial perusahaan dalam menjaga kedaulatan industri pertambangan nasional.
Setelah menempuh perjalanan darat dan laut dari Buli menuju Sofifi hingga tiba di Ternate pada pukul 19.15 WIT, tim dijadwalkan akan melanjutkan agenda pembinaan teknis pada hari berikutnya guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan dengan tepat sasaran.














