Penabanten.com, Serang – Kolaborasi antar pelaku usaha di sektor maritim dan pelabuhan dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat sistem logistik di Provinsi Banten. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan yang mempertemukan berbagai asosiasi dan stakeholder dunia pelabuhan di Banten.
Dalam sambutannya, Ketua Kadin Pelabuhan Banten, H. Masduki, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para tokoh, sesepuh, serta seluruh tamu undangan yang hadir. Kehadiran berbagai elemen—mulai dari pemerintah, asosiasi pelaku usaha, hingga unsur keamanan—dinilai membawa semangat baru bagi kemajuan sektor pelabuhan di wilayah tersebut.
H. Masduki menegaskan bahwa kawasan Merak memiliki keistimewaan tersendiri dibanding daerah lain di Indonesia. Salah satunya adalah keberadaan komunitas dan aktivitas kepelabuhanan yang sangat spesifik dan strategis, mengingat Merak merupakan salah satu gerbang utama transportasi dan logistik nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perlu disampaikan kepada Bapak dan Ibu, kekhususan ini hanya ada di Merak. Tidak semua daerah memiliki karakteristik pelabuhan seperti di sini. Aktivitas pelabuhan di Merak sangat besar dan menjadi urat nadi pergerakan barang maupun penumpang,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan kapal dan arus kargo. Tanpa kapal yang bersandar, operasional pelabuhan akan lumpuh dan berdampak langsung pada rantai distribusi.
“Jujur saja, tanpa pergerakan kargo, pelabuhan akan terasa berat. Kalau tidak ada kapal yang sandar, lalu apa yang akan dilayani? Karena itu, seluruh ekosistem pelabuhan harus bergerak bersama,” kata H. Masduki.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi-asosiasi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional pelabuhan. Forum ini dihadiri oleh sejumlah organisasi strategis, antara lain:
APBMI (Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia)
INSA (Indonesian National Shipowners’ Association)
Asosiasi Pengusaha Truk
GINSI, ALFI, APTMI, dan asosiasi surveyor.
Keberadaan berbagai asosiasi tersebut menunjukkan bahwa seluruh aktivitas pelabuhan di Banten berjalan dalam sistem yang saling terhubung dan terorganisasi dengan baik.
“Bahkan pengusaha truk pun memiliki asosiasi. Ini membuktikan bahwa seluruh kegiatan di pelabuhan sangat terstruktur. Angkutan darat dari dan menuju pelabuhan adalah penggerak utama logistik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tanpa sinergi antara pengusaha bongkar muat, operator kapal, transportasi darat, hingga jasa logistik, distribusi barang tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar seluruh pelaku usaha maritim di Banten.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi wadah sinkronisasi dan kolaborasi berkelanjutan guna menciptakan ekosistem pelabuhan yang semakin kuat, modern, dan kompetitif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.























