Merajut Persahabatan Melalui Gamelan: Pertukaran Budaya antara Sekolah Dasar Rechtenflether Bremen dan Sekolah Tumbuh Yogyakarta

- Penulis

Jumat, 30 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten,com,  pada  Siang hari terik di suhu 30 derajat tidak mengurangi semangat siswa-siswi Sekolah Dasar Rechtenflether Bremen menyambut rombongan Sekolah Tumbuh Yogyakarta. Tangan-tangan kecil mereka mengibarkan bendera Indonesia dan bendera Jerman yang mereka buat sendiri, membuat rombongan siswa Sekolah Tumbuh Yogyakarta, yang dipimpin oleh Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, melupakan kepenatan akibat perjalanan panjang dari Eindhoven, Belanda.

Dalam sambutannya Ireneusz Kalan, Kepala Sekolah Grundschule Rechtenflether, menyatakan kegembiraannya sebagai tuan rumah. „Musik menyatukan kita di sini. Musik menyatukan perbedaan, dan menjauh kan kita dari konflik dan perang,“ ungkapnya

sambung “pada hari  Kamis (29/09). 2024
K.P.H. Wironegoro juga menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan dan menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama semacam ini di masa mendatang. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertukaran budaya, tetapi juga kesempatan untuk memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan perspektif global,“ ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, K.P.H. Wironegoro selaku Pembina Sekolah Tumbuh menyerahkan sumbangan berupa satu set Gong Kempul kepada Sekolah Dasar Rechtenflether untuk menggantikan Gong Kempul milik mereka yang telah rusak.

Penyerahan Gong Kempul mengawali pertukaran budaya antar siswa yang dimulai dengan penampilan lagu „Gundul-gundul Pacul“ oleh para siswa Sekolah Tumbuh dengan gamelan yang dimiliki oleh Sekolah Dasar Rechtenflether.

Penampilan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa dan staf Sekolah Dasar Rechtenflether, yang juga telah mempelajari dasar-dasar gamelan dalam kelas musik mereka. Salah seorang siswi bernama Paulina dengan bersemangat menyatakan bahwa keinginannya untuk belajar main gamelan semakin besar setelah melihat penampilan tersebut. 

Menyambut penampilan dari Sekolah Tumbuh, para siswa Sekolah Dasar Rechtenflether mempersembahkan dua buah lagu Jerman, dilanjutkan sesi ramah-tamah dengan berbagai jajan pasar khas Indonesia dan kudapan Jerman. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para siswa untuk berinteraksi dan saling mengenal.

Disampaikan oleh Konjen RI, Renata Siagian, bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin antara KJRI Hamburg dengan Sekolah Dasar Rechtenflether dan Bremerphilharmoniker dalam pendirian kelas Gamelan bulan April tahun 2024 lalu.

“Kami sangat menghargai dukungan dari KPH Wironegoro untuk kerja sama ini. Kami tidak membayangkan bahwa dalam waktu yang sangat singkat, kurang dari 5 bulan, kerja sama yang terbentuk antara KJRI Hamburg dan Sekolah Dasar Rechtenflether sudah dapat membuahkan kegiatan pertukaran sekeren ini. Besok (Jumat, 30 Agustus), rombongan akan bertemu dengan siswa-siswi kelas 9 dari Wichern-Schule Hamburg di KJRI Hamburg. Ada seorang guru musik di sana yang setiap tahun mengajak kelasnya berkunjung ke KJRI Hamburg setahun sekali untuk mengenal instrumen gamelan,“ lanjutnya.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program kunjungan sosial budaya Sekolah Tumbuh di Yogyakarta ke Eropa (Belanda dan Jerman) yang difasilitasi oleh Stichting Hibiscus di Belanda. Turut dalam rombongan K.G.R. Pembayun, di samping 3 orang guru pendamping bagi 24 orang siswa Sekolah Tumbuh.l”tutup KJRI Hamburg


Dewan Redaksi

Berita Terakait

Aktivis RPM Desak Polres Pandeglang Tangkap Oknum Guru Cabul di SMPN 1 Sukaresmi dan BKD Beri Sanksi Pecat
Diduga Terjerat Modus Love Scamming Rp110 Juta, Oknum Guru ASN di Picung Pandeglang Dilabrak Korban ke Sekolah
Soroti Tata Kelola MBG dan Stunting, Cipayung Plus Serang Ungkap Miringnya Pengelolaan Sampah Puluhan SPPG di Kota Serang
Siswi SD Negeri Kesaud Lolos OSNP Tingkat Provinsi, Kepsek Sunarso: Berharap Masuk Nasional
Pembukaan MPLS 2026, SMKN 1 Cikande Ajak Siswa / Taruna Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia
Jeritan Orang Tua Siswa di Serang: Terkunci Regulasi SPMB Online, Anak Kami Mau Sekolah di Mana?
Lebih dari 30 Tahun di Indonesia, English 1 Luncurkan High Flyers 4.0 Guna Cetak Generasi Siap Kancah Global
Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum

Berita Terakait

Senin, 21 September 2026 - 05:02 WIB

Aktivis RPM Desak Polres Pandeglang Tangkap Oknum Guru Cabul di SMPN 1 Sukaresmi dan BKD Beri Sanksi Pecat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Diduga Terjerat Modus Love Scamming Rp110 Juta, Oknum Guru ASN di Picung Pandeglang Dilabrak Korban ke Sekolah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Soroti Tata Kelola MBG dan Stunting, Cipayung Plus Serang Ungkap Miringnya Pengelolaan Sampah Puluhan SPPG di Kota Serang

Senin, 20 Juli 2026 - 10:34 WIB

Siswi SD Negeri Kesaud Lolos OSNP Tingkat Provinsi, Kepsek Sunarso: Berharap Masuk Nasional

Senin, 13 Juli 2026 - 13:58 WIB

Pembukaan MPLS 2026, SMKN 1 Cikande Ajak Siswa / Taruna Baru Terapkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:44 WIB

Jeritan Orang Tua Siswa di Serang: Terkunci Regulasi SPMB Online, Anak Kami Mau Sekolah di Mana?

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:47 WIB

Lebih dari 30 Tahun di Indonesia, English 1 Luncurkan High Flyers 4.0 Guna Cetak Generasi Siap Kancah Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:08 WIB

Tangis Guru Desa Pecah di Ruang Wisuda, Akhmad Agus Karnawi Raih Gelar Magister Hukum

Berita Terabru

Bupati Serang

Pemkab Serang-PLN Bahas Percepatan PLTS di Pulau Tunda

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:05 WIB

Bupati Serang

Pemkab Serang-PLN Bahas Percepatan PLTS di Pulau Tunda

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:05 WIB

Bupati Serang

Pemkab Serang-PLN Bahas Percepatan PLTS di Pulau Tunda

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:05 WIB