Lapangan Olahraga Di Kecamatan Pagelaran Kumuh Tak Terawat

- Penulis

Selasa, 9 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang – Kondisi lapangan olah raga Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, kondisinya nampak sangat tidak terawat. Selain fasilitas umum yang nampak kotor, lapangan olah raga yang kerap digunakan menjadi Pasar Malam ini, rumputnya nampak liar tak terawat. Diduga, hal tersebut akibat tidak adanya pemeliharaan dari pihak Kecamatan Pagelaran.

Salah satu warga Kecamatan Pagelaran, Aan, menyayangkan kondisi lapangan olahraga Kecamatan Pagelaran tersebut, Selasa, (09/04/19).

“Lapangan olah raga Kecamatan Pagelaran, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain rumput yang nampak di biarkan tumbuh tinggi dan liar, pemandangan sampah sangat mengganggu mata yang memandang,” keluhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lapangan ini, lanjutnya, sepertinya sama sekali tidak diperhatikan pemerintah Kecamatan Pagelaran.

Baca Juga : Kapolres Pandeglang Hadiri Pemakaman Pimpinan Ponpes As – Sanusiyah, Alm KH. Ahmad Syulala Sanusy

“Letaknya yang di pinggir jalan utama dan di ibu kota Kecamatan, mustahil kalau pejabat terkait tidak melihatnya. Jangan hanya di ambil keuntungan nya saja seperti adanya Pasar Malam, dan Upacara lapangan ini baru diperhatikan, seharusnya, Muspika Kecamatan Pagelaran rutin memelihara kebersihannya,” tandasnya.

“Kami meminta, pejabat di Kecamatan Pagelaran segera membersihkan lapangan tersebut. Agar selain pemandangannya indah, lapangan pun bisa dipergunakan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Hal senada dikatakan warga Pagelaran lainnya. Menurut mereka, lapangan olah raga Pagelaran, sepertinya luput dari perhatian pemerintah Kecamatan Pagelaran.

“Kondisinya sangat tidak nyaman. Baik untuk main bola, ataupun kegiatan olah raga lainnya. Mudah mudahan, secepatnya lapangan ini dibersihkan, jangan hanya pada momen momen tertentu saja,” ujar mereka. (Yung/m4n).

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru