penabanten.com, Lebak – Dalam penyelidikan dugaan pemotongan honor petugas jaga chek point Covid-19, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) mengkritisi pihak Kepolisian, agar tegas dan profesional dalam menangani kasus tersebut.
Ditegaskan Dede Kodir, Ketua Koordinator Kumala yang mengharapkan, agar dalam melakukan penyidikan atas dugaan pemotongan honor petugas jaga chek point covid-19. Penyidik mampu bersikap tegas dan profesional.
“Kami mendesak pihak penyidik, tidak kendur, tegas dan profesional dalam melakukan penyidikan kasus tersebut,” katanya, Selasa (9/6/2020).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kasus yang ditengarai melibatkan oknum pegawai dilingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak tersebut, harus dilakukan secara transfaran. Sehingga publik menjadi tahu siapa oknum pelaku dan bagaimana modus operandinya.
Nantinya, melalui penuntasan kasus tersebut, diharapkan dapat meninggalkan efek jera bagi oknum pelaku, serta bagi siapapun agar berpikir dua kali, untuk melakukan prilaku tindak pidana sejenis.
“Jangan sampai ada oknum tertentu, yang ikut memanfaatkan situasi seperti ini, khususnya dalam hal anggaran terkait covid-19,” terangnya.
Sebelumnya, Kaprawi Kepala BPBD Lebak, mengaku terkait hak itu, sudah dipanggil Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Mapolres Lebak.
“Ya, saya sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Unit Tipikor Satreskrim Mapolres Lebak. Saya ditanya seputar honor petugas jaga chek point covid-19,” tuturnya.
Sementara, Iptu David Adi Kusuma, Kasatreskrim Mapolres Lebak, saat dihubungi via aplikasi what’s up mengaku, akan melakukan pengecekan ke unit terkait terlebih dahulu.
“Nanti akan saya cek terlebih dahulu,” singkatnya.
Untuk diketahui, dalam memutus mata rantai covid-19, Pemkab Lebak bekerja sama dengan TNI, Polri, Dinas kesehatan, serta instansi terkait lainnya, mekakukan penyekatan dan penjagaan di sepuluh titik perbatasan Kabupaten/Kota atau chek point. Dimana untuk setiap petugas jaga diberikan honorarium 100 ribu per orang, yang direalisasikan per 15 hari sekali. Sedangkan untuk total anggarannya mencapai 6,480 miliar, untuk selama tujuh bulan kegiatan. (Yans)













