Jelang Idul Fitri, Harga LPG Di Sindang Resmi Meroket

0
330

Penabanten.com, Pandeglang – Harga Liquified Petroleum Gas (LPG) kemasan 3 Kg di Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang, meroket hingga mencapai Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000,- hal tersebut ditemukan di Salah satunya di Desa Pasir Durung Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang. Tingginya harga barang bersubsidi tersebut, yang tembus hingga mencapai Rp. 25.000,- hingga Rp. 30.000 Rupiah, dikeluhkan warga masyarakat Desa Pasir Durung.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Pandelang telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah Rp 15700 per Tabung dan pemerintah juga telah membentuk Tim Pengawasan. Dengan adanya oenjualan yang melambung, masyarakat menilai tim yang dibentuk mandul.

“Selain harga harga sembako yang melambung, di kampung kami, harga LPG mencapai Rp. 25.000 bahkan sampai Rp. 30.000. Itu pun kadang stoknya susah,” ujar sejumlah ibu rumah tangga di Desa Pasir Durung, Selasa, (29/05/19).

“Kami meminta, Pemda Pandeglang melakukan pengawasan dan menertibkan harga di tingkat pangkalan, sampai ke pengecer akhir,” tambah mereka.

Terpisah, penjual LPG mengaku, untuk modal pembelian LPG, dirinya mengaku membeli Rp. 22.000 per Tabung dari Pangkalan LPG Budi Utomo.

Baca Juga : Ada Tower Siluman Di Pasar Labuan LSM Mahatidana : Apabila Tidak Berijin, Bongkar Saja

“Ya mau gimana, modalnya saja mencapai Rp. 22.000 kami membeli kepada Pangkalan. itu juga kalau ada stoknya. Jadi jangan salah kan kami saja pedagang kecil,” jelasnya.

Dijumpai di tokonya, salah satu pemilik Pangkalan LPG, Budi Utomo, menyangkal soal tingginya penjualan LPG dari pangkalan miliknya kepada pengecer. Dia mengaku, dirinya menjual LPG seharga Rp. 18.000.

“Tidak benar saya menjual LPG seharga Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000. saya menjual kepada pengecer seharga Rp. 18.000,” kilahnya.

Menanggapi hal itu, salah satu anggota LSM GPS-Banten Kabupaten Pandeglang, Torik Azis, mengatakan, sangat memprihatinkan nasib masyarakat di daerah. Menjelang Lebaran, setelah harga kebutuhan sehari hati naik, ditambah dengan adanya oknum penjual LPG yang mempermainkan harga seenak perutnya.

“Untuk penjualan LPG kemasan 3Kg, mengingat barang itu bersubsidi, ada aturan yang mengaturnya. Diatur, HET nya di Kabupaten Pandeglang hanya seharga Rp. 15.700 per tabung. Sementara, di Desa pasir Durung, pemilik pangkalan LPG menaikan harga seenak perutnya, hingga mencapai Rp. 22.000 per Tabungnya,” paparnya.

“Disini pemerintah harus melakukan pengawasan dan penertiban. Apabila ada Agen atau Pangkalan yang membandel, tutup saja oleh pemerintah,” pungkasnya. (Do/m4n).

Tinggalkan Balasan