Irama Tangisan Petani Sidajaya Garapannya di Hancurkan, Ada Melodi Dalang dan Unsur Politik

- Penulis

Sabtu, 21 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com Kabupaten Subang – Permasalahan belakangan ini yang sedang ramai menjadi suatu perbincangan di Kabupaten Subang tepatnya di Kampung Sumurjaya Desa Sidajaya, Para Petani yang merasa dirugikan tanah garapannya dihancurkan tanpa ada Sosialisasi terlebih dahulu.

Noven Sebagai yang Mewakilkan dan mendampingi Salah Satu Kelompok Tani Sidajaya yang merasa di rugikan dan tidak di manusiakan dalam menyampaikan aspirasi dan jeritan ati para petani  mengatakan ini seperti ada  seorang Dalang yang memainkan Melodi dan adanya ditunggangi Unsur Politik.

Dimana awal Para Petani Sidajaya, bisa menggarap karena adanya suatu komitmen sewa – menyewa di tahun 2020 senilai Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah) /Ha/Tahun, dimana disetorkan ke Kepala Dusun sekaligus Ketua Panitia Pemungutan sewa Bapak Karso., Namun sekarang Kandas seketika dihancurkan Ladang Garapannya yang mengatasnamakan pekerjaan ini suatu Program Disbun dan PT.Rajawali PG 2 Subang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walaupun jika benar ini merupakan program pemerintah, pastinya lebih elegan dan harus mengedepankan masyarakat sekitar tanpa adanya suatu tebang pilih.

“Tanpa adanya Sosialisasi, dan diajak musyawarah terlebih dahulu untuk bisa menghadirkan solusi dengan Para Petani yang sebelumnya sedang menggarap di lahan tersebut, jikalau mereka salah, Maka mereka perlu di Edukasi dan dibina bukan dibinasakan seperti tidak dimanusiakan”. tegasnya.

Beberapa orang yang kita hendak meminta keterangan atau klarifikasi seperti Bapak Karso, Kepala Desa Sidajaya, pihak PG 2 Subang Pasir Bungur, pihak Dinas Pertanian Subang ,kami datangi beberapa kali namun tidak ada ditempat dan tidak ada tanggapan.

Sempat beberapa kali terdengar sebuah nama aktor intelektual di lapangan, apakah itu Dalang yang memainkan Melodi Polemik ini ?

Semoga permasalahan ini, bukan juga sebagai ajang politik, Pemilihan Pilkades di beberapa bulan ke depan, untuk mencari hak suara dengan mengatasnamakan kemitraan.

Lanjutnya, Permasalahan ini kita masih mencari benang merahnya, jangan sampai karena azas mamfaat pribadi berdampak merugikan masyarakat banyak, terlebih masyarakat kecil.

Semoga dengan niat baik dan hati kemanusiaan , instansi pemerintahan setempat dapat berperan sebagai penyambung tangan Bapak Presiden dimana dengan mengutamakan sosial menjalankan intruksi Bapak Jokowi dalam pidatonya terkait lahan konsensi, yang dimana dalam isi narasi pidatonya berkata,”dimana ada masyarakat , kampung dan desa di tengah-tengah lahan konsesi yang sudah tinggal bertahun-tahun disana dan sudah menjadi bagian lahan konsesi tersebut, maka siapapun pun pemegang konsesi tersebut baik swasta dan BUMN, maka berikan kepada masyarakat, kampung dan desa tersebut kepastian hukum”.

Sekiranya dengan kepastian hukum yang diterima para petani pahlawan yang kian dilupakan, mereka dapat berladang kembali untuk menghidupkan keluarganya dan membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan tenang sehingga tidak ada oknum yang mempunyai wewenang menjadi kesewenangan.

( team MPP/Ateng, )

Berita Terakait

Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik
Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Berita Terakait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35 WIB

Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Berita Terabru