Belum Sampai Satu Bulan, Bangunan Drainase Di Kadutela Sudah Retak

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang – Proyek Peningkatan Jalan Poros Desa dan Lingkungan Perkotaan, Drainase dan Gorong-Gorong Jalan Sindang-Kadutlela Kecamatan Mandalawangi diduga dikerjakan asal jadi dan tidak mementingkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana maupun konsultan. Proyek yang menelan biaya Rp. 108.682.000,- dan dikerjakan oleh CV. AL-PATIR ini tampak tidak mementingkan Kualitas dan Kuantitas serta melanggar Peraturan jasa kontruksi. Pasalnya, pada pengerjaannya tampak dikerjakan asal jadi, material diduga tidak sesuai dengan harga satuan. Hal ini akan berdampak pada kekuatan dan ketahanan bangunan.

Proyek yang di bersumber dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan ini juga tampak melanggar aturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Hasil temuan di lapangan, para pekerja tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang mana seharusnya Penyedia jasa kontruksi menfasilitasi pekerjanya dengan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini seharusnya tidak di sepelekan oleh pihak kontraktor demi Keseleamatan pekerjanya.

Padahal, Peraturan ini telah diatur dalam Undang-Undang no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.
undang-undang tersebut jelas tentang kewajiban perusahan untuk menjamin keselamatan pekerja.
Dan Undang-Undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan kerja.
Undang-undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15.000.000. (lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekertaris Wilter LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilter Banten Herman Menyayangkan proyek tersebut. Menurutnya, Proyek yang Bersumber dari uang rakyat tersebut harus di bangunkan semaksimal mungkin supaya rakyat merasakan manfaat dari bangunan tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Saya sangat menyayangkan pembangunan tersebut, Sebab tampak tidak maksimal dan ada indikasi kecurangan, padahal uang yang digunakan tersebut adalah uang rakyat yang mana harus bermanfaat untuk rakyat, tapi baru selesai beberapa hari saja sudah retak” Ujar Sekwil GMBI

Selain itu, Dirinya juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan hasil temuan dari proyek tersebut Kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Namun sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak Dinas terkait.

“Sudah kami laporkan proyek tersebut kepada pihak terkait, namun pihak dinas tidak merespon surat pengaduan dari kami, mungkin saja ada main mata pihak kontraktor dengan Dinas.” Tutupnya.
(Asep Kelonx)

Berita Terakait

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras
Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin
Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola
Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

Berita Terakait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:37 WIB

Bekerja Berdasarkan Kontrak Bukan Opini”, CV Fadlan Konstruksi Tegaskan Kualitas Pekerjaan Jalan Bencongan Terjamin

Minggu, 19 April 2026 - 09:28 WIB

Pertanyakan Legalitas JDEYO Billiard & Cafe, Langkah Kontrol Sosial LSM Pelopor Terganjal Sikap Tertutup Pengelola

Jumat, 17 April 2026 - 18:21 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Kasus Kematian Pelajar di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

Berita Terabru