Penabanten.com, Pandeglang, – Beredar percakapan voice note oknum Kepala Desa Manglid Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang, Sanusi bernada provokatif dengan menyebut nama LSM, membuat Ketua Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (FK-LSM) Kabupaten Pandeglang, Drs Aap Aptadi. MBA geram, dan angkat bicara.
Melalui pres reales yang disampaikannya via pesan WhattsApp, kepada Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Pandeglang, Selasa (19/05/2020) menyatakan, rekaman pembicaraan Kades Manglid penuh nada provokatif tersebut dapat membuat luka LSM, khususnya LSM di Kabupaten Pandeglang.
Sebab kata Aap, ucapan kades dalam rekaman itu sangat tidak baik dikeluarkan oleh seorang Penyelenggara Negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perlu diketahui, jumlah LSM yang tergabung dalam FK LSM Kabupaten Pandeglang berjumlah 87 LSM. Yang dimaksud oleh Kades Manglid itu LSM mana ?,” tanya Aap
Dikatakan, sebagai Sekjen FK LSM Kabupaten Pandeglang, pihaknya menyesalkan kades mengeluarkan pernyataan ataupun statmen seperti itu.
“Ini kutipan rekamannya “Kepung LSM Nuteu Ngaradig mah Jaro-jaro didukung ku Manglid Hayu Siaap,” jika diartikan dalam bahasa indonesia oknum Kades Manglid, “Menyuruh dan meminta semua kepala desa mengepung LSM yang tidak jelas dan dia Kades Manglid siap membantunya.”Jelas ungkapan ini telah menimbulkan “Rasa Kebencian,” cetus Aap
Ketua Ormas Pemuda Pancasila ini pun meminta Oknum Kades Manglid yang telah mengeluarkan ungkapan tidak patut tersebut selayaknya segera menyampaikan “Permohonan Maaf” kepada seluruh LSM, dalam bentuk rekaman juga.
“Penyelesaian atau perdamaian dengan satu oknum LSM, tidak berarti mewakili seluruh LSM yang ada di Pandeglang. Kami sedang menjajagi kemungkinan untuk diproses secara hukum. Karena jelas-jelas telah menimbulkan rasa kebencian,” pungkas Aap.
Sementara Kepala Desa Manglid, Sanusi Kecamatan Cibitung saat dihubungi melalui sambungan telepon selularnya tidak bisa
terhubung.
(Imron)













