Sultan Banten XVIII: Besarkan Peringatan Maulid Nabi SAW Melebihi Acara Lainnya, Jangan Terbalik

- Penulis

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Serang – Sultan Banten XVIII, Yang Mulia Ratu Bagus (RTb.) Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, memberikan pesan dan wejangan mendalam dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadirinya di sejumlah daerah. Kanjeng Sultan mengingatkan umat Islam agar menempatkan peringatan hari lahir Rasulullah SAW pada kedudukan yang paling mulia dan agung.

“Besarkan acara peringatan Maulid Nabi daripada acara peringatan lainnya, jangan sampai terbalik,” tegas Sultan Banten XVIII saat menyampaikan taujihat dan pencerahan di hadapan jamaah.

Kanjeng Sultan menjelaskan bahwa memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur terbesar umat manusia atas hadirnya sang pembawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara garis besar, Sultan RTb. Hendra Bambang Wisanggeni merinci tiga pilar utama makna perayaan Maulid Nabi:

  1. Bentuk Mahabbah (Cinta) dan Penghormatan kepada Rasulullah SAW Peringatan Maulid adalah momentum pengungkapan rasa syukur dan cinta mendalam atas lahirnya Nabi penutup zaman. Rasa cinta ini diwujudkan lewat lantunan selawat, pembacaan sirah nabawiyah, serta majelis taklim dan pengajian.
  2. Refleksi Meneladani Akhlak Kar Rasulullah SAW Maulid menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk meneladani empat sifat utama Nabi: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas). Karakter luhur ini dilengkapi dengan keteladanan sifat welas asih, kesabaran, serta kepedulian sosial tinggi yang wajib diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Penguat Ukhuwah Islamiyah dan Syiar Islam Perayaan Maulid di Tanah Air identik dengan nilai gotong royong, santunan anak yatim, sedekah, dan silaturahmi. Tradisi ini melebur harmonis dalam kebudayaan nusantara, seperti tradisi Panjang Mulud di Banten, Sekaten di Yogyakarta, maupun Tabot di Bengkulu, yang menjadi sarana merekatkan kebersamaan umat.

Dalam kesempatan tersebut, Kanjeng Sultan juga membacakan landasan perintah agung berselawat sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Menutup narasinya, Sultan Banten XVIII menekankan bahwa esensi sejati dari perayaan Maulid adalah mendekatkan diri seutuhnya kepada ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW, yakni menebarkan kasih sayang, menegakkan keadilan, dan memperbanyak amal kebajikan untuk sesama.

Berita Terakait

Sambangi Ponpes Amalul Ummah Waringinkurung, Sultan Banten XVIII Apresiasi Kemandirian dan Kurikulum Sunnah Berkuda-Memanah
Sultan Banten XVIII Kunjungi Ponpes Al Markaz Waringinkurung: Dorong Pesantren Berbasis Agro Eduwisata Modern
Meneladani Peran Sultan Banten ke-18: Mengukuhkan Spiritualitas dan Pelestarian Adat di Era Modern
Sultan Banten XVIII Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Mayjend TNI (Purn) HR. Ampi N. Tanoedjiwa
Sultan Banten XVIII Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ulama Kharismatik Abuya TB Mulyadi Mawahib Alqodim
Sultan Banten Imbau Aksi Damai di PT Jawa Manis Rafinasi Berjalan Tertib dan Beradab
Kesultanan Banten Prihatin dan Berduka atas Bencana Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Momen Kehangatan di Kick Off HPN Banten 2026: Kapolri Hormati Kehadiran Sultan Banten ke-18

Berita Terakait

Rabu, 30 September 2026 - 08:18 WIB

Sultan Banten XVIII: Besarkan Peringatan Maulid Nabi SAW Melebihi Acara Lainnya, Jangan Terbalik

Selasa, 8 September 2026 - 12:26 WIB

Sambangi Ponpes Amalul Ummah Waringinkurung, Sultan Banten XVIII Apresiasi Kemandirian dan Kurikulum Sunnah Berkuda-Memanah

Senin, 7 September 2026 - 05:49 WIB

Sultan Banten XVIII Kunjungi Ponpes Al Markaz Waringinkurung: Dorong Pesantren Berbasis Agro Eduwisata Modern

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:36 WIB

Meneladani Peran Sultan Banten ke-18: Mengukuhkan Spiritualitas dan Pelestarian Adat di Era Modern

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:05 WIB

Sultan Banten XVIII Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Mayjend TNI (Purn) HR. Ampi N. Tanoedjiwa

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:45 WIB

Sultan Banten XVIII Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ulama Kharismatik Abuya TB Mulyadi Mawahib Alqodim

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:56 WIB

Sultan Banten Imbau Aksi Damai di PT Jawa Manis Rafinasi Berjalan Tertib dan Beradab

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:18 WIB

Kesultanan Banten Prihatin dan Berduka atas Bencana Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terabru