Petani Di Kampung Sentral Lebak Mengeluh, Lahan Sawah Bertahun -tahun Terendam Banjir

- Penulis

Selasa, 29 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.comLebak, Sejumlah petani di kampung Sentral kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, kabupaten Lebak, Banten, mengeluh lahan sawah yang dulunya produktif kini tidak bisa di tanam padi lagi karena terendam air.

Hasil pantauan awak media dilapangan, lahan seluas kurang lebih empat hektar itu terbengkalai akibat terendam banjir dan air tidak pernah surut. Bahkan, di sebagian tempat, lahan sawah itu ada yang sudah di tumbuhi tanaman liar sejenis eceng gondok.

“Kejadian ini sudah sekitar kurang lebih tiga tahun. Dulu pesawahwahan di sini produktif namun kini sudah tidak bisa di tanami padi karena sering kebanjiran dan air tak pernah surut,” kata, Didi salah satu petani di Kampung sentral, Selasa, (28/6/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Didi, di areal sawah tersebut ada jalur irigasi seperti jalur di Kampung Dukuh dan di situ ada Embung, namun kondisinya sekarang sudah dangkal bahkan kini banyak di tumbuhi tanaman Ecenggondok.

“Mungkin ada penyumabatan di saluran air dan itu salah salah satu penyebabnya banjir lahan pesawahan di Kampung Sentral ini,”katanya.

Lanjut Didi berharap, Pemerintah Kabupaten Lebak agara segera memperbaiki kembali saluran irigasi yang kini semakin menyempit karena sudah banyak bangunan yang salah satu penyebab tersumbatnya aliran air.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi agar sawah disini tidak terendam air. Karena sawah ini sebagai sumber kehidupan kami,”bkatanya.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Lebak Dade Yan Apriyandi mengatakan, areal pesawahan di Kampung Sentral tersebut bukan di pengaruhi limpasan air yang di alirikan jaringan irigasi.

Tetapi, itu di akibat Drainase sepanjang dari mulai Kampung Sentral melalui Kampung Dukuh hingga muaranya di Komplek Pendidikan Barambang, itu mengalami Penyempitan. Dan itu juga di akibatkan adanya penumpukan sedimentasi baik itu sedimentasi alami atau pun sedimentasi yang di lakukan oleh masyarakat

“Lima tahun yang lalu, kami bersama Dinas pertanian pernah melakukan pengerukan di lokasi Embung yang dulu di bangun oleh pihak Kementrian melalui Balai Besar.” Kata, Dade saat di temui di ruang kerjanya.

Lanjut Dade, supaya normal kembali, sedimentasi di Kampung – Kampung tersebut harus segera dibersihkan atau diangkut Sedimentasinya. Selain itu, di sepanjang aliran itu banyak bangunan warga yang terlalu menjorok ke drenase sehingga terjadi penyempitan.

“Karena itu sungai, setatus kewenanganya ada di balai, karena itu merupakan daerah aliran sungai Ciujung”katanya. ( Riska)

Berita Terakait

Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW
Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional
Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik
Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Berita Terakait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:37 WIB

Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35 WIB

Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Berita Terabru