Penabanten.com, Pandeglang – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang molor hingga sore hari, menjadi sorotan publik di media sosial, Aktivis dan masyarakat minta Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Perdana, Sukaresmi , pandeglang Provinsi Banten.yang dikelola Yayasan Aljabar.
DPC MOI (Media Online Indonesia) Kabupaten Pandeglang, Imron akan melayangkan surat pengaduan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) meminta menonaktifkan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perdana, Sukaresmi pandeglang, Provinsi Banten. Hal ini diambil setelah ditemukan keterlambatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga sore har di tambah menu yang disajikan tidak sesuai, tidak layak konsumsi.
Diduga berulang kali keterlambatan SPPG Perdana dalam membagikan MBG. Keterlambatan ini terjadi terakhir pada tanggal 24 April 2026 sekitar pukul 23.30.wib.
Menanggapi hal tersebut, Pengurus DPC MOI Kabupaten Pandeglang Imron mengambil sikap tegas akan mengadukan atau melayangkan surat resmi kepada BGN atas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Perdana Sukaresmi pandeglang Provinsi Banten.
Berdasarkan hasil pemantauan, keterlambatan ini disebabkan oleh ketidaksiapan atau keterlambatan pihak dapur serta diduga bahan baku dan proses pengemasan yang menyimpang dari standar operasional prosedur (SOP). Dampaknya, sejumlah sekolah menerima paket MBG di luar jam operasional, di tambah menu yang di sajikan tidak sesuai dan diduga kuat tidak layak konsumsi mengingat pengiriman hari ini dobel dengan hari Sabtu besok, sementara menu tersebut untuk dikonsumsi pada hari Sabtu besok tidak akan bisa di konsumsi.
Sementara Rizqi sebagai ketua SPPG Perdana mengatakan adanya keterlambatan pengiriman MBG itu sudah kordinasi dengan pihak kepala sekolah, padahal segala bentuk gangguan yang menghambat pelayanan kepada penerima manfaat di sekolah.
” Walaikumsalam, kita sudah kordinasi sama pihak sekolah kalau pengirimannya lambat, kalau mau ompreng dari pagi rapel itu Saya sudah kordinasi pengiriman aga siang” Pesan singkat ketua SPPG via WhatsApp.jumat 14/04/2026.
Padahal semua tau Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi.
Imron juga mengingatkan bahwa keterlambatan distribusi hingga sote hari tidak boleh terulang demi menjaga kualitas layanan bagi siswa.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan berkirim surat resmi kepada BGN atas dasar kinerja SPPG Perdana Sukaresmi pandeglang Provinsi Banten terkait melakukan menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, manajemen bahan baku, serta kesiapan operasional di lapangan.
Temuan ini bukan hanya satu kali atau dua kali bahkan seringkali, menunjukkan proses pengendalian mutu serta persiapan distribusi belum dijalankan secara optimal, sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman paket MBG kepada penerima manfaat.
Paket makanan yang gagal lambat tersalurkan pada hari kejadian dan di rapel itu seharusnya tidak didistribusikan guna menjaga kualitas pangan. Harusnya Distribusi dilakukan kembali pada hari berikutnya dengan mengganti bahan makanan yang layak bukan sebaliknya tidak layak digunakan.
Langkah ini pihak DPC MOI Kabupaten Pandeglang akan menindak lanjuti temuan ini sehingga kedepannya SPPG agar kejadian tidak terulang kembali.(*)
(Red)













