LBH Pospera Banten : Walikota Tangerang Jangan Arogan

Sabtu, 13 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – Polemik antar Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah kian memperkeruh keadaan.

Pasalnya, pemerintah daerah Kota Tangerang terang-terangan membangun opini dengan mengeluarkan surat klarifikasi dan keberatan tertuju ke Menteri Yassona Laoly yang tertera isi nya membuat masyarakat sengsara.

Demikian yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif LBH Pospera Banten Septian Prasetyo kepada penatajam. Online, Jumat (12/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Septian, seharusnya Wali Kota Tangerang lebih bijaksana menyikapi statment Menteri Hukum dan HAM saat meresmikan Perguruan Tinggi ilmu Permasyrakatan (poltekip) dan Politeknik Imgrasi pada beberapa hari lalu yang mungkin menyindir kinerja Pemerintah Daerah berjuluk akhlakul karimah itu.

Menurut Pengamat Politik dan Hukum ini, semestinya perselisihan soal pertanahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Jangan sampai persoalan ini menimbulkan masalah hukum serius dan aspek lainnya.

“arogansi Wali Kota Tangerang terlihat jelas dengan dikirimkan nya nota keberatan dan klarifikasi yang bersifat provokatif tanpa mempertimbangkan dampak psikologis, sosiologis,ekonomi, hukum dan politik anggaran serta stabilitas daerah yang membuat keresahan dikalangan akar rumput,” pungkas Septian, Jumat (12/7).

Bermula percikan pernyataan tertulis per 15 Juli 2019 Wali Kota Arief mengeluarkan kebijakan pelepasan tanggung jawab terhadap pelayanan publik.

“Ini bentuk koptase anggaran APBD yang sebelumnya di kucurkan untuk keperluan pelayanan sampah, Penerangan Jalan Umum dan perbaikan dreinase,” ujar Septian.

Baca Juga : Wali kota Tangerang Dinilai Baper dan Anti-Kritik

“Khawatir peristiwa lama soal konflik pertanahan yang telah dilaporkan ke institusi penegak hukum akan mencuat kembali,” sambungnya.

Sebelumnya di wartakan, Menteri Yasonna Laoly sempat juga menyindir Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang tampak tidak hadir dalam peresmian tersebut. Sindiran dilontarkan terkait pembangunan gedung.

“Kepala Sekjen dan Kepala BPSDM supaya tidak mengurus izin-izin yang berkaitan dengan ini, karena Pak Wali Kota agak kurang ramah dengan Kemenkumham,” katanya.

Kata Yasonna, Pemerintah Kota Tangerang sebelumnya mewacanakan tata ruang persawahan di lahan tempat gedung Poltekip dan Poltekim berdiri.

“Aneh banget kalau sampai dibuat tata ruang persawahan, itu namanya cari gara-gara. Nanti kita bicara ke Menteri ATR (Agraria dan Tata Ruang) untuk profesional saja, tapi kita bisa duduk bersama apapun masalahnya,” tukasnya.

Sementara, Walikota Tangerang Arif R Wismansyah menanggapi pernyataan tersebut dengan melayangkan nota keberatan yang ditujukan kepada Kemenkumham.

Di nota keberatan tertanggal 10 juli 2019 dan ditanda tangani langsung oleh Arif tersebut tertulis bahwa Pemkot Tangerang tak bertanggung jawab dan akan menghentikan pelayanan Publik untuk bangunan yang berdiri diatas tanah milik Kemenkumham mencakup pelayanan sampah, Perbaikan jalan, Penerangan Jalan serta perbaikan drainase.

Ketentuan tersebut akan diberlakukan mulai senin 15 Juli mendatang. Dan mirisnya semua yang berada di atas tanah milik Kemenkumham seperti Komplek Kehakiman dan Komplek Pengayoman, Kecamatan Kota Tangerang turut terkena imbasnya.

“Karena memang bukan menjadi tanggung jawab kami sebelum adanya serah terima aset prasarana, sarana, dan utilitas (PSU),” tulis arif dalam suratnya (dikutip dari Tangerang news .com) Kamis (11/07) lalu. (RF/ADS)

Berita Terkait

Wabup Intan Hadiri Gandrung Milad ke-IX Sanggar Seni Laras Hambalan: Seni Budaya adalah Identitas dan Cermin Karakter Masyarakat
Bupati Tangerang Hadiri Isra Mi’raj 1447 H di MI Nurul Huda Curug Wetan, Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat
Perkuat Pelayanan Publik, Pemerintah Lantik ASN Lulusan PTDI-STTD
Camat Cisoka Sumartono Alhamdulillah  Penyaluran Gerakan Pangan Murah ( GPM ) Cisoka Kondusif
Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait
Bupati Tangerang Serahkan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Untuk 500 Guru Ngaji Wilayah Pantura
Jelang Ramadan, Bupati Tangerang Pantau Harga Sembako di Pasar Mauk
Wabup Intan Monitoring Pelaksanaan GPM di Kelurahan Bojong Nangka Kelapa Dua

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:00 WIB

Wabup Intan Hadiri Gandrung Milad ke-IX Sanggar Seni Laras Hambalan: Seni Budaya adalah Identitas dan Cermin Karakter Masyarakat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:58 WIB

Bupati Tangerang Hadiri Isra Mi’raj 1447 H di MI Nurul Huda Curug Wetan, Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:56 WIB

Perkuat Pelayanan Publik, Pemerintah Lantik ASN Lulusan PTDI-STTD

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:29 WIB

Camat Cisoka Sumartono Alhamdulillah  Penyaluran Gerakan Pangan Murah ( GPM ) Cisoka Kondusif

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:48 WIB

Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:46 WIB

Bupati Tangerang Serahkan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Untuk 500 Guru Ngaji Wilayah Pantura

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:44 WIB

Jelang Ramadan, Bupati Tangerang Pantau Harga Sembako di Pasar Mauk

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:57 WIB

Wabup Intan Monitoring Pelaksanaan GPM di Kelurahan Bojong Nangka Kelapa Dua

Berita Terbaru

index

Waspada! Aksi Copet Marak di Kawasan Religi Banten Lama

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:46 WIB