Penabanten.com, Pandeglang – Kondisi jembatan penghubung menuju Kampung Peuteuy, Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang melintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan pada jembatan tersebut tampak berlubang dengan struktur bagian bawah yang mulai ambrol. Kerusakan ini dinilai sangat penting mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi anak-anak sekolah dan warga yang menuju pasar maupun tempat kerja.
Selain mengeluhkan kerusakan fisik, warga juga mulai menyuarakan kritik terkait transparansi pengelolaan anggaran di desa mereka. Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan adanya kejanggalan terkait pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD).
“Kami mempertanyakan realisasi pembangunan dari Anggaran Dana Desa tahun 2024 hingga 2025. Sejauh ini belum terlihat adanya pembangunan yang signifikan, sementara infrastruktur penting seperti jembatan ini dibiarkan rusak,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (10/04/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa rasa khawatir warga memuncak ketika melihat anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa melewati lubang jembatan setiap hari. “Kalau tidak segera diperbaiki, kami takut memakan korban jiwa,” tegasnya.
Desak Respon Cepat Pemerintah
Warga berharap adanya langkah konkret dari jajaran pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga provinsi, sebelum akses transportasi tersebut putus total.
“Kami memohon perhatian serius dari Bapak Kepala Desa, Camat, Ibu Bupati Pandeglang, hingga Bapak Gubernur Banten. Jembatan ini adalah urat nadi aktivitas kami. Jangan sampai setelah ada kejadian baru bertindak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Padaherang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun rincian penggunaan anggaran tahun 2024-2025 yang dipertanyakan masyarakat tersebut.
(Ron/Red)













