Penabanten.com, Lebak – Kepolisian Daerah Banten merilis data update pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Lebak, Banten.
Jumlah data korban jiwa sementara yang diakibatkan bencana tersebut berjumlah 8 orang. Dari data itu, 5 orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
Sementara korban yang sudah ditemukan sampai saat berita ini dikeluarkan berjumlah 3 orang, dalam keadaan meninggal dunia dan sudah teridentifikasi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun 3 korban yang ditemukan dan sudah teridentifikas atas nama Udin, jenis kelamin laki-laki berumur 50 tahun, Tini jenis kelamin perempuan berumur 40 Tahun, Rumsah Jenis kelamin perempuan, berumur 40 tahun.
“Hari ini sudah dua ditemukan korban meninggal dunia, Jadi total yg ditemukan meninggal dunia ada 3 orang,” kata Kombes Pol Edy Sumardi saat dikonfirmasi.
Untuk korban yang belum ditemukan lanjut Edy, ada 4 Orang korban terkena longsor dan 1 korban hanyut
“Korban yang belum ditemukan terkena longsor yaitu Encih, Tian, Enon, dan Fahmi dan 1 lagi korban hanyut seorang yang belum ditemukan mayatnya atas nama rizki (7 thn),” ungkapnya.
Dapat disampaikan, data kerusakan terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di 6 wilayah Kecamatan Kabupaten Lebak.
Antara lain, Kecamatan Curugbitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga. Dari ke 6 wilayah tersebut, Curugbitung dan Sajira mengalami kerusakan yang terparah.
Diwilayah Kecamatan Curugbitung sebanyak 336 unit rumah rusak berat, 17 rusak ringan dan masjid/mushola 3 unit. Kecamatan Sajira 209 unit rumah rusak berat, 459 rusak ringan, dan merusak 4 jembatan serta 10 mushola.
Kecamatan Cipanas, 74 unit rumah rusak berat, 185 rusak ringan. 7 jembatan penyeberangan dan 3 mushola mengalami kerusakan.
Kecamatan Lebakgedong 16 unit rumah dan 2 jembatan rusak berat. Kecamatan Maja 770 unit rumah dan 1 jembatan rusak berat. Sementara Kecamatan Cimarga 4 jembatan mengalami kerusakan cukup parah.
Dari bencana ini, dilaporkan juga kendaraan bermotor roda 2 sejumlah 55 dilaporkan mengalami kerusakan. Demikian juga 9 unit kendaraan roda 4 juga dilaporkan hal yang sama. Hms











