Gerakan People Power Yang Inkonstitusional

0
329

Penabanten.Com, Serang – Pemiu 2019 telah usai, namun dinamikanya masih terus bergulir. Hal itu bisa dilhat dari sikap dua kubu Capres-Cawapres yang masih berseteru.

Melihat situasi tersebut, agar bisa memulihkan itu semua perlu ada kesadaran masyarakat untuk menanamkan kembali nilai nilai Kebangsaan.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PWNU) Provinsi Banten Ali, Muhtarom saat menjadi pembicara Tausyiah Kebangsaan oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten di Gedung PWNU Banten, Kamis, (16/5/2019).

Baca juga : Pemuda di Kota Serang Mandi Miras

Menurutnya, permasalahan Politik identitas masih menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian oleh berbagai kalangan. Maraknya narasi negatif Pasca Pemilu 2019 menunjukan komitmen kebangsaan tidak lagi menjadi perihal penting.

Munculnya narasi negatif tersebu kata Ali, menjadi kekhawatiran yang perlu direspon oleh berbagai pihak termasuk oleh masyarakt itu sendiri.

Menurut Dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten ini, gerakan kelompok islam yang mengarah kepada kepentingan politik telah menciderai komitmen kebangsaan yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa puluhan tahun yang lalu.

Untuk itu, setiap kelompok masyarakat diminta untuk lebih dewasa dalam bersikap dengan megutamakan nilai-nilai kebangsaan yang luntur akibat opini buruk belakangan ini.

Ideologi islam yang muncul pada agenda-agenda Pemilu, kata Ali, mengakibatkan hilangnya ideologi murni yang dimiliki Islam.

“Komitmen kebangsaan kita saat ini menjadi mengkhawatirkan akibat narasi-narasi yang tidak wajar,” katanya.

Ia mengungkapkan, rencana gerakan people power yang digaungkan oleh kelompok tertentu menunjukan komitmen kebangsaan tersebut secara perlahan hilang.

Sebab, hal itu sangat syarat dengan kepentingan politik elit bukan politik yang mengutamakan kesejahteraan rakyat kedepan.

“Era reformasi seperti saat ini harusnya mendewasakan kita dalam berpolitik,” pungkasnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan