Penabanten.com, Labak – Prihatin dengan kenaikan harga tabung gas 3 kg yang semakin tidak terkendali di Kabupaten Lebak, sejumlah warga yang melakukan aksi protes, di depan gudang PT Surya Wana Jaya, Mandala, Kecamatan Cibadak dan didepan Gedung DPRD Lebak, Senin (18/5/2020).
Warga yang melakukan aksi dengan membawa karton, yang bertuliskan turunkan harga gas 3 kg bersubsidi, Mereka mendesak pemerintah untuk resfek menekan selangitnya harga tabung gas bersubsidi tersebut.
“Kami mendesak pemerintah Kabupaten dan DPRD Lebak, agar tidak berpangku tangan, panggil Pertamina dan Hiswana Migas untuk mengembalikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Maskur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditegaskan Maskur, ditengah pandemi Covid-19 saat ini, sudah semestinya para pelaku usaha peka dengan kondisi ekonomi masyarakat miskin, bukan sebaliknya berlomba-lomba memetik untung dibalik kesulitan ekonomi masyarakat.
Karena itu, dirinya bersama warga Lebak lainnya tidak akan tinggal diam, dengan melihat kondisi harga tabung gas bersubsidi, yang cenderung dibiarkan mencekik ekonomi masyarakat kecil.
“Kami tak akan berhenti sebelum harga tabung gas bersubsidi ini, dikembalikan kepada harga jualnya sesuai HET,” ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Lebak Dindin Nurohmat menegaskan, kenaikan gas elfiji 3 kg tersebut semakin tidak terkendali, hal tersebut diketahui, saat pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak turun langsung kelapangan.
“Mari kita kawal sama- sama, agar kepedihan rakyat yang secara ekonomi kurang mampu segera terentaskan, memang harga tabung gas ini semakin jauh dari HET, bahkan cendrung liar dipasaran, itu kami ketahui saat monitoring dengan Disperindag, untuk itu Kami minta Pertamina dan Hiswana Migas, ada tindakan nyata untuk mengendalikan meroketnya harga tabung gas bersubsidi di Lebak,” tandas politis Partai Gerindra tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Agus Reza menuturkan, pihaknya menyesalkan dengan terjadinya kenaikan harga tabung gas bersubsidi tersebut. Padahal, stok tabung gas 3 kg itu tidak semestinya selangit, sebab pasca diresfonnya permohonan penambahan kuota tabung gas 3 kg oleh Pertamina sebanyak 1 juta buah. Maka tidak seharusnya kebutuhan masyarakat miskin itu melonjak naik.
“Tak habis pikir, padahal 1 juta tabung sudah disebar ke 9 agen di Lebak. Artinya tidak perlu lagi ada keluhan masyarakat terkait mahalnya harga jual, sebab stok tabung 3 kg berkecukupan, Serta tidak ajan terjadi kelangkaan,” jelas Agus.
Sebelelumnya dari hasil investigasi penabanten.com dilapangan, Iis Munawaroh seorang warga Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, telah mengakui jika dirinya membeli tabung gas 3 kg, seharga 30 ribu per tabung. Bahkan jelas pada tabung gas bersubsidi tersebut berlebelkan agen tabung gas PT Surya Wana Jaya yang berlokasi di Mandala, Kecamatan Cibadak. (Yans)













