Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Polri

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Sukabumi – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelantikan 1.848 Perwira Polri lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira, melainkan bagian dari transformasi besar institusi Polri dalam menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6).

“Pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira. Lebih dari itu, ini merupakan evolusi dan transformasi peran, tanggung jawab, pola pikir, serta sikap dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, seorang perwira tidak lagi hanya menjalankan perintah, tetapi menjadi pemimpin dan pengendali di lapangan yang dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adaptif, dan solutif.

Wakapolri menjelaskan bahwa Polri ke depan akan menghadapi tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik pada tingkat nasional maupun global. Berbagai dinamika geopolitik internasional, fluktuasi ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga tantangan keamanan dalam negeri berpotensi memengaruhi stabilitas kamtibmas nasional.

Di sisi lain, Polri juga menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Menurut Wakapolri, berbagai langkah reformasi terus dilakukan Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Langkah tersebut antara lain implementasi Program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri, penerapan pedoman Do’s and Don’ts bagi anggota, perubahan paradigma pengamanan aksi unjuk rasa yang lebih humanis, serta penguatan layanan publik berbasis teknologi.

“Polri sedang berproses menjadi institusi yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Para perwira baru harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tegasnya.

Wakapolri juga menyinggung momentum pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri yang dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat landasan hukum, akuntabilitas, serta tata kelola organisasi yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakapolri menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh perwira yang baru dilantik. Pertama, menguasai tugas pokok, fungsi, dan peran sebagai anggota Polri dengan berpedoman pada nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

Kedua, bijak bermedia sosial di tengah era post-truth, ketika opini dan persepsi sering kali lebih cepat berkembang dibanding fakta. Ketiga, mendukung program prioritas pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Keempat, meningkatkan kepercayaan publik melalui integritas, profesionalisme, keteladanan, dan pendekatan humanis.

“Setiap tindakan anggota Polri akan selalu menjadi perhatian publik. Karena itu, jaga nama baik pribadi dan institusi serta jadilah teladan yang mampu memenangkan hati dan kepercayaan masyarakat,” pesan Wakapolri.

Melalui pelantikan ini, Polri berharap para perwira lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 mampu menjadi pemimpin lapangan yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta menjadi motor penggerak transformasi Polri menuju institusi yang semakin modern dan dipercaya masyarakat.

Berita Terakait

Sempat Bungkam Tiga Hari, Kapolsek Cikande Baru Beri Klarifikasi Setelah Kasus Penipuan Outsourcing Viral
Wujud Kepedulian, SPPG Sindanglaya 2 Bagikan Buku Tulis kepada 51 Siswa Yatim Piatu
Pemilik Mobil Rental Lapor Dugaan Penggelapan di Polresta Serang Kota, Rugi Rp215 Juta
Diskusi Publik FORJA Banten Tekankan Transparansi dan Keberlanjutan Program MBG di Pandeglang
Jurnalis, Polri, dan TNI Rajut Sinergi Kebangsaan dalam Diskusi Kebersamaan di Waroeng Garasi Panimbang
Polisi Tidak Berhati Nurani: Perintah Tembak di Tempat Kapolda Lampung Tewaskan Terduga Pelalu Begal dengan Tubuh Hancur
Syukur Mengubah Ujian Menjadi Peluang Kesuksesan: Sebuah Refleksi Filsafat Islam tentang Nikmat, Ujian, dan Kemuliaan Hidup
Soegiharto Santoso Kembali Surati Ketua Mahkamah Agung Terkait Perkara Kasasi No. 431 K/TUN/2026 dan Infokan adanya 16 LP Perkara APKOMINDO

Berita Terakait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:03 WIB

Sempat Bungkam Tiga Hari, Kapolsek Cikande Baru Beri Klarifikasi Setelah Kasus Penipuan Outsourcing Viral

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:50 WIB

Wujud Kepedulian, SPPG Sindanglaya 2 Bagikan Buku Tulis kepada 51 Siswa Yatim Piatu

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:54 WIB

Pemilik Mobil Rental Lapor Dugaan Penggelapan di Polresta Serang Kota, Rugi Rp215 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:26 WIB

Diskusi Publik FORJA Banten Tekankan Transparansi dan Keberlanjutan Program MBG di Pandeglang

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:41 WIB

Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Polri

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:20 WIB

Jurnalis, Polri, dan TNI Rajut Sinergi Kebangsaan dalam Diskusi Kebersamaan di Waroeng Garasi Panimbang

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:14 WIB

Polisi Tidak Berhati Nurani: Perintah Tembak di Tempat Kapolda Lampung Tewaskan Terduga Pelalu Begal dengan Tubuh Hancur

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:42 WIB

Syukur Mengubah Ujian Menjadi Peluang Kesuksesan: Sebuah Refleksi Filsafat Islam tentang Nikmat, Ujian, dan Kemuliaan Hidup

Berita Terabru