Buka FGD, Bupati Serang Minta Tingkatkan Indeks Tata Kelola Pengadaan Barjas dari Skor 97,42 Persen

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Kab. Serang – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meminta kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mempertahankan dan terus meningkatkan capaian indeks tata kelola pengadaan barang/jasa. Mengingat, pada Tahun 2025 lalu Kabupaten Serang berhasil mencapai predikat sangat baik dengan skor 97,42 dalam indeks tata kelola pengadaan barang/jasa.

Hal ini disampaikan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang “Optimalisasi Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa dalam Era Digital sebagai Upaya Mendukung Arah Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nasional” yang digelar Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) di Aula Tb. Suwandi pada Rabu, 6 Mei 2026.

“Perjalanan setahun kemarin alhamdulillah skor indeks tata kelola kita 97,42 persen, dan kita dapat juara satu tingkat nasional untuk pengadaan barang dan jasa. Ini satu hal yang luar biasa,” ujarnya kepada wartawan didampingi Inspektur Sugi Hardono, Asisten Daerah (Asda) II Febriyanto, Kepala Bapenda Lalu Farhan Nugraha, dan Kepala Bagian (Kabag) UKPBJ Lukman Hakim Ma’aruf.

Oleh karenanya, Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa capaian tersebut harus dipertahankan dan terus ditingkatkan, bukan sekadar untuk dibanggakan dan membuat berpuas diri. “Catatannya yang jelas buat saya, ini suatu kebanggaan, tapi kita jangan merasa berpuas diri, karena 97,42 persen itu artinya masih ada target 100 persen yang belum tercapai. Jadi saya minta kalau bisa ditingkatkan kembali,” tandasnya.

Dalam upaya peningkatan kualitas tersebut, Ratu Zakiyah memberi perhatian khusus kepada para PPK atau Pejabat Penandatangan Kontrak yang memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kontrak.

“Untuk itu saya memberi arahan agar dipedomani para PPK berkenaan dengan integritas dan tanggung jawab, bangun budaya konsultasi, mutlaknya penguasaan regulasi, dan optimalisasi ekosistem digital,” ucapnya.

Mengingat pentingnya forum ini, Ratu Zakiyah pun secara khusus meminta Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Patria Susantosa, sebagai narasumber memberi penjelasan batasan yang masih diperbolehkan dan yang secara tegas tidak diperbolehkan bagi PPK.

Kemudian bagaimana seharusnya peran ideal PPK dalam mengawal kontrak secara tepat sasaran, dan langkah-langkah strategis dalam memanfaatkan sistem pengadaan yang sudah ada secara optimal. Selanjutnya memberikan perspektif yang komprehensif terkait penggunaan metode pengadaan, apakah melalui e-purchasing, tender, atau mekanisme lainnya.

“Mengingat, masih adanya kebingungan di lapangan, termasuk dalam penggunaan sistem seperti minikompetisi maupun metode tender/e-purchasing,” tuturnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada UKPBJ Setda Kabupaten Serang, Eko Arifianto menambahkan, FGD berkenaan dengan penguatan proses perencanaan dalam seluruh pengadaan barjas pemerintah. Adapun untuk peserta terdiri dari 110 PPK OPD dan Kecamatan, serta sekitar 50 pejabat penandatangan kontrak yang ada di UPT Puskesmas maupun UPT DPUPR yang dilakukan secara daring.

“Tujuan utamanya, karena permasalahan di kita pengadaan barang dan jasa pemerintah itu bisa dikatakan lambat, karena banyak aturan-aturan baru yang mengakibatkan para PPK itu ragu dalam bertindak. Mau seperti apa pengadaannya, prosesnya seperti apa, karena perencanaannya juga bisa dikatakan belum matang,” ujarnya.

Menurut Eko, belum matangnya pengadaan karena banyak faktor, baik ketidaktahuan terhadap jenis pekerjaannya maupun proses yang berubah, yang sebelumnya memakai tender dan saat ini minikompetisi. Kata dia, itu juga memengaruhi PPK dalam menentukan keputusan dalam proses pengadaan barang dan jasa itu sendiri.

“Kemudian banyak pergeseran anggaran, itu juga sedikit menghambat di kami. Tapi tidak ada kata terlambat, kita akan tetap melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sesuai alur. Walaupun repot di awal tapi akhirnya diharapkan lebih bagus,” tandasnya.

Berita Terakait

Buka High Level Meeting TP2DD, Bupati Serang Tekankan Fokus pada Peningkatan PAD
Gandeng SMA Kebangsaan, Pemkab Serang Siapkan Beasiswa Bagi Putra Putri Terbaik
Lompatan Bahagia! Kabupaten Serang Melejit ke Juara III MTQ ke-23 Tingkat Provinsi Banten
Wabup Najib Hamas Terima 3 Guru Muda dari Yayasan Astra, Dorong Pendidikan Berkualitas di Kabupaten Serang
Rakor Forkopimda, Bupati Serang Bahas Berbagai Isu Jelang Idul Adha
Wujudkan ‘Serang Bahagia’, Pasangan Zakiyah-Najib Mulai Realisasikan Fasilitas Internet Gratis di 29 Kecamatan
Imbas Menjamurnya Industri, Dua Tahun Warga Kp Tareup Cikande Menjerit Krisis Air Bersih
Corve Bareng Kapolda Banten, Bupati Serang Ajak Warga Peduli Lingkungan Bersihkan Sampah

Berita Terakait

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:11 WIB

Buka High Level Meeting TP2DD, Bupati Serang Tekankan Fokus pada Peningkatan PAD

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gandeng SMA Kebangsaan, Pemkab Serang Siapkan Beasiswa Bagi Putra Putri Terbaik

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:16 WIB

Lompatan Bahagia! Kabupaten Serang Melejit ke Juara III MTQ ke-23 Tingkat Provinsi Banten

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:07 WIB

Wabup Najib Hamas Terima 3 Guru Muda dari Yayasan Astra, Dorong Pendidikan Berkualitas di Kabupaten Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:51 WIB

Rakor Forkopimda, Bupati Serang Bahas Berbagai Isu Jelang Idul Adha

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:17 WIB

Wujudkan ‘Serang Bahagia’, Pasangan Zakiyah-Najib Mulai Realisasikan Fasilitas Internet Gratis di 29 Kecamatan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:15 WIB

Imbas Menjamurnya Industri, Dua Tahun Warga Kp Tareup Cikande Menjerit Krisis Air Bersih

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Corve Bareng Kapolda Banten, Bupati Serang Ajak Warga Peduli Lingkungan Bersihkan Sampah

Berita Terabru