Baznas Provinsi Banten Berikan Bantuan Beras Ke 210 Lansia

0
6

Penabanten.com, Serang – Ratusam Tak kurang kalangan penyandang lanjut usia (lansia) di Provinsi Banten menerima paket sembako dan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten.

H. Suhri Utsman selaku Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan pada Baznas Banten mengatakan, bahwa penyaluran dana zakat dengan menyantuni 210 orang lansia (lanjut usia) , sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Bantuan untuk 210 orang lansia, di Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten. Kehidupan mereka sangat memprihatinkan, seperti halnya tidak mempunyai sanak family, tidak terperhatikan oleh keluarga dan keadaan keluarga yang tidak mampu,” ungkap Suhri Usman

Dilanjutkan Suhri, penyaluran paket sembako dilaksanakan selama lima hari, sejak tanggal 27-31 Maret 2021. Penyalurannya diantar langsung oleh tim dari BAZNAS Provinsi Banten dan diterima langsung oleh para lansia dan keluarganya.

Adapun santunan dan paket tersebut terdiri dari uang, beras, susu, biskuit, teh, sarden, minyak goreng, terigu, mie telur, gula pasir, sereal instan dan lainnya.

“Paket sembako tersebut didistribusikan empat kali dalam satu tahun. Pada setiap penyalurannya, isi paket tersebut berbeda-beda, menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan lansia. Terutama, kami menyajikan paket tersebut bagi kesehatan lansia,” imbuh Suhri.

Masih menurut Suhri, program ini sudah berjalan sejak tahun 2015 dimulai dari jumlah lansia kurang dari 50 orang, yang tersebar di satu wilayah daerah Provinsi Banten, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran BAZNAS Banten. Namun, hingga tahun 2021 sudah mencapai 250 orang lansia, termasuk yang sudah meninggal dan tersebar di seluruh daerah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten.

“Hal ini menjadi sebuah keniscayaan bagi BAZNAS Banten, untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga sosial pelayan umat, dengan tetap mengedepankan prioritas penyaluran dana zakat kepada fakir dan miskin,” tambah Suhri.

Menurut Suhri, melalui program bidang kemanusiaan ini, ada sebuah kebahagiaan yang dirasakan oleh para lansia dan juga BAZNAS Provinsi Banten.

“program Paket Sembako Untuk Lansia Seumur Hidup adalah bagian dari pada solusi dalam memanfaatkan dana zakat, dalam membantu meringankan kebutuhan hidup para lansia, yang berkelanjutan sepanjang hayat (selama masa hidup). Bantuan tersebut berakhir disalurkan, pada saat ketika lansia meninggal dunia,” terang Suhri.

Ditambahkan Suhri, program ini sangat efektif untuk menjadi salah satu solusi dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para lansia di Provinsi Banten, untuk tetap semangat dalam menjalani hidup yang layak dan terjamin.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Prof. H. E. Syibli Syarjaya menyampaikan, bahwa manusia yang arif dan bijaksana tentunya tidak boleh lalai dengan urusan duniawi. Terlebih, bagi mereka yang sudah masuk fase lanjut usia, karena banyak yang harus kita siapkan baik secara dhohir maupun batin.

“Didalam surah Yasin ayat 68 disebutkan bahwa “siapa yang dipanjangkan umurnya sampai usia lanjut akan dikembalikan menjadi lemah seperti keadaan semula”. Keadaan itu ditandai dengan rambut yang mulai memutih, penglihatan mulai kabur, pendengaran sayu-sayup sampai, gigi mulai berguguran, kulit mulai keriput, langkahpun telah gontai. Ini adalah sunnatullah yang tidak bisa ditolak oleh siapapun,” urai Prof Syibli.

Prof Syibli juga menerangkan, dalam hal anjuran untuk senantiasa memperhatikan para lansia, yaitu melalui perintah Allah SWT, dalam Q.S. Isra’ ayat 23. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”

“Saya ucapkan terima kasih kepada para muzakki yang sudah percaya menunaikan zakatnya ke BAZNAS Provinsi Banten. Mudah-mudahan muzakki senantiasa menunaikan zakatnya kepada pengelola zakat yang resmi, sesuai dengan tuntunan syari’ah dan perundang-undangan yang berlaku,” tutup Prof Sybli. (red)

Tinggalkan Balasan