Penabanten.com, Kota Serang – Kualitas pelayanan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah kembali menuai sorotan tajam warganet. Beredar unggahan viral di media sosial Facebook yang memuat keluhan terbuka dari seorang warga bernama akun Husin terkait buruknya pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang, Kamis (01/10/2026).
Dalam unggahannya yang ditujukan langsung kepada pimpinan Pemerintah Kota Serang, pemilik akun meluapkan kekecewaannya atas dugaan pengabaian pasien serta sikap tenaga perawat yang dinilai tidak ramah.
“Yg terhormat kepada wali kota serang. Pelayanan RS kota serang mohon di pecat semua perawat RS Kota serang selalu mengabaykan pasen. Kepada seluruh maserakat kota serang Jang pernah berobat di RS kota serang ga bakal di urus,” tulis akun Husin dalam status media sosialnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Unggahan tersebut sontak memantik reaksi berantai dari warganet lainnya. Di kolom komentar, pemilik akun membeberkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami keluarganya saat menjalani perawatan medis.
Ia mengungkapkan bahwa cairan infus pasien telah habis, namun permintaan penggantian diabaikan selama berjam-jam hingga mengakibatkan pembengkakan pada tangan pasien.
“Pelayanan.. impusan udah abis minta di ganti sampe 4 jam ga di ganti.. perawatnya jutek. Sy mohon ganti semua perawat di RS kota,” keluhnya saat merespons pertanyaan netizen.
Kekesalan keluarga pasien kian memuncak lantaran selang infus yang bocor diduga dibiarkan tanpa tindakan cepat oleh petugas jaga.
“Pasen sampe bengkak infusan bocor… laporan ke perawat ga di gubris dan perawat pada jutek,” lanjutnya di kolom komentar.
Mencuatnya keluhan ini memicu desakan publik agar Wali Kota Serang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang turun tangan melakukan audit dan evaluasi terhadap manajemen pelayanan serta pembinaan kode etik tenaga medis di RSUD Kota Serang.
Fasilitas layanan kesehatan publik semestinya mengedepankan asas keramahan, respons cepat, dan perlindungan keselamatan pasien (patient safety).
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Kota Serang maupun otoritas terkait belum terkonfirmasi dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi keluhan yang viral di media sosial tersebut. Awak media masih terus berupaya menghubungi pihak rumah sakit guna memenuhi keberimbangan pemberitaan. (Red)


















