Penabanten.com, Serang – Publik di Provinsi Banten saat ini tengah digegerkan oleh beredarnya selebaran (flyer) lowongan pekerjaan yang dinilai sangat diskriminatif. Dua perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Serang, yakni PT Jaya Dinasty Indonesia dan PT Cakrawala Jaya Estate, secara eksplisit mencantumkan syarat “Tidak berjilbab” untuk posisi Receptionist.
Persyaratan yang dinilai mencederai hak asasi tersebut langsung memicu gelombang kemarahan luas dari warga Banten, wilayah yang sejak lama dikenal karismatik dengan julukan “Tanah Sejuta Santri Seribu Ulama”.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPW GEMA MA) Provinsi Banten, Apoteker Irwandi, menyatakan sikap tegas. Ia menilai persyaratan tersebut tidak hanya melanggar etika proses rekrutmen, melainkan juga menabrak nilai-nilai fundamental serta kearifan lokal masyarakat Banten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mewakili generasi muda Mathla’ul Anwar Banten menyatakan dengan tegas: ini tidak pantas dan sangat memalukan. Melarang calon pegawai berhijab adalah bentuk diskriminasi SARA yang jelas-jelas melawan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ujar Irwandi dengan nada geram kepada awak media, Senin (01/06/2026).
Irwandi menambahkan, tindakan radikal dari manajemen kedua perusahaan tersebut seolah memperlihatkan sikap “pura-pura lupa” bahwa semboyan daerah Banten berlandaskan pada Iman dan Taqwa, serta bertolak belakang dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Seharusnya di depan kantor mereka dipasang spanduk: ‘Muslimah dilarang masuk kecuali tidak pakai hijab’. Apakah itu yang mereka inginkan?” tegas Irwandi retoris.
Mengingat isu ini sensitif dan berpotensi memicu kontroversi serta stabilitas sosial yang panjang, DPW GEMA MA Banten mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang untuk segera turun tangan.
Pemerintah harus memanggil pimpinan kedua perusahaan tersebut dan memaksa pencabutan aturan rekrutmen yang diskriminatif.
“Kami minta Disnakertrans Kota Serang bertindak tegas. Jangan biarkan ada perusahaan di Banten yang mempermainkan harga diri wanita Muslimah. Banten bukan tempat untuk praktik rekrutmen anti-syariat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, baik pihak PT Jaya Dinasty Indonesia maupun PT Cakrawala Jaya Estate belum memberikan klarifikasi resmi terkait selebaran loker yang viral tersebut. Di jagat maya, warganet Banten terus menggaungkan protes keras melalui tagar #BantenTolakDiskriminasi dan #HijabBukanPenghalangKerja.























