Sekjen Lsm Geram Banten Menyayangkan Sikap Camat Yang Alergi Kepada Control Sosial

0
6

Penabanten.comTangerang, Kabupaten Tangerang – Lagi lagi sifat Seorang Camat harus tanggap menerima keluhan masyarakat demi tujuan meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik. Diantaranya aktif turun kelapangan dalam hal menerima aspirasi dari masyarakat. Jum’at malam (30/04/2021).

Sehingga Camat atau para pejabat pemerintah semakin tahu apa keluhan dan keinginan masyarakat dalam hal kesejahteraan dan pelayanan publik. Jangan sampai baru ada laporan dari LSM atau informasi dari Media baru, seorang pemimpin mulai melakukan pelayanan.
Hal itu disampaikan Saidi, Sekjen Geram Banten Indonesia saat mengunjungi kediaman Nenek Animah di Kampung Situgabug RT 02 RW 04 Desa Sukatani Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.

“Saya menyesalkan sikap Camat Cisoka ini, seperti yang dilakukan terhadap wartawan, padahal wartawan hanya butuh informasi atau keterangan dari Bapak Camat soal Nenek Animah, kenapa harus menghindar,” ujar Saidi

Sikap kurang terpuji Ahmad Hapid sebagai Camat Cisoka, terbukti saat wartawan ingin mengkonfirmasi terkait dokumen kependudukan. Kata Saidi, Wartawan sudah menghubungi melalui pesan dan panggilan dari selulernya, namun, Ahmad Hapid tidak memberi tanggapan untuk merespon.

“Bahkan wartawan itu mendapatkan perlakuan kurang baik, saat menemui Ahmad hapid, dia sedang berada persis disamping wartawan, tapi Ia (Camat-red) bersikap cuek dan seolah-olah bukan sebagai Camat, karena sebelumnya Wartawan itu belum mengetahui wajah Camat Cisoka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saidi menjelaskan, Camat Cisoka Ahmad Hapid saat mengunjungi kediaman Nenek Animah juga membantah bahwa Nenek Animah tidak pernah mendapat bantuan sebelumnya, seperti pemberitaan di media. “Diberita katanya belum pernah mendapat bantuan padahal sebelumnya sudah mendapat bantuan dari Provinsi,” ucap Camat.

Semestinya, kata Saidi, Camat Cisoka jangan alergi terhadap warga atau siapapun yang datang, mereka harus di sambut dengan baik, karena kehadiran mereka bisa membantu informasi yang tidak sampai kepada Camat.

Camat harus berterima kasih kepada mereka, karena secara tidak langsung mereka yang datang itu sudah menjadi kepanjangan tangan pak Camat,” ucapnya.
Kemudian, lanjut dia, sebagai pemimpin, Camat juga harus memilih diksi dan narasi yang mendidik kepada warga.

“Jangan terkesan arogan, diantaranya pada saat warga mengatakan akan ke Sekda atau ke Bupati Tangerang, untuk menjelaskan permasalahan ini, Pak Camat mengatakan dengan nada emosi, Silahkan saya mah enggak takut dilaporkan ke Bupati Juga, mau pindahkan engga apa-apa,” ungkap Saidi menirukan ucapan Camat Cisoka.

Menurut Saidi, itu bukan kata-kata pemimpin yang arif dan bijaksana dalam mengayomi warga nya. Terlebih lagi Camat Cisoka mengatakan, masalah fakir miskin yang tidak dapat bantuan itu banyak dimana-mana.

“Seharusnya kalimat yang keluar dari mulut pemimpin yang cakap bukan itu, tapi, terima kasih informasi nya dari saudara, untuk kedepan nya kita usahakan permasalahan seperti ini, kita minimalisir agar warga yang berhak mendapat bantuan, benar-benar di perhatikan dan tersalurkan,” kata Saidi.

“Ngga perlu lah warga mengajarkan itik berenang, apa lagi se tingkat pa camat, seharusnya mereka sudah mendapatkan tempaan dari pemda setempat, untuk menjadi leader yang baik dan tepat, sebagai kepanjang tanganan Bapak Bupati Tangerang, dalam menjalankan kebijakan Bapak Bupati,” imbuhnya.

Saidi berharap, ini bisa di jadikan perhatian dan pembelajaran juga pengawasan, bagi penentu kebijakan di pucuk pimpinan, siapa pun dia.

(Fras)

Tinggalkan Balasan