penabanten.com, Pandeglang – Komoditas pertanian menjadi komoditas yang potensial untuk dikembangkan. Melalui produktivitas pertanian yang baik, masyarakat dapat meningkatkan produksi tani yang lebih baik lagi.
Di Indonesia sendiri, khususnya di kabupaten Pandeglang usaha tani masih memiliki banyak kendala, seperti keterbatasan pengguna sarana produksi, alat dan mesin pertanian dan minimnya regenerasi petani di daerah-daerah. Hal tersebut disebabkan juga karena kurang memadainya jalan usaha tani yang dimiliki masyarakat.

Dalam mengatasi hal tersebut, Kementerian pertanian (kementan) bersama UPLAND Project terus melakukan pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani JUT/ JAPROD di sejumlah kelompok tani khususnya di desa kadubadak kecamatan Angsana kabupaten Pandeglang provinsi Banten, kabupaten yang menjadi daerah pelaksanaan UPLAND Project.
JUT/JAPROD (jalan produksi )merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, holtikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian (alsintan), pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan pengolahan atau pasar.

Namun pakta di lapangan salah satu kelompok tani Badak Karya Desa Kadubadak kecamatan Angsana kabupaten Pandeglang yang sudah lama mendapat program bantuan dari Dinas pertanian senilai Rp.300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah) sampai saat ini belum melaksanakan pembanguan tahap pertama (1).
Ketua kelompok tani, Badak Karya SUKANTA mengaku anggaran dari pemerintah daerah kabupaten Pandeglang melalui dinas pertanian sudah mencairkan sebesar Rp.75.000.000 anggaran tersebut di cairkan bersama bendahara BURHAN, ketika di tanya soal kapan melaksanakan tahapan pembangunan, ketua dan bendahara mengatakan belum musyawarah dengan masyarakat lebih lanjut ketua dan bendahara mengaku anggaran tersebut sudah terpakai sekitar 15 juta rupiah untuk membayar perbaikan badan jalan sebelum anggaran di cairkan.senin 07/10/2024.
” Kami sudah mencairkan anggaran untuk pembanguan jalan usaha tani/jalan produksi perkebunan tahap pertama (1) sebesar Rp.75.000.000 cuma sudah terpakai bayar utang sebesar Rp.15 juta rupiah bekas perbaikan jalan dan sisa uang tersebut saya masukan lagi ke rekening lain ” jelasnya.
Masih kata Burhan dan Sukanta selaku ketua dan bendahara Kelompok tani Badak Karya anggaran yang sudah di cairkan keteranganya simpang siur pertama menjelaskan uang sisa tersebut di masukan kembali ke rekening lain tapi ketika di tanya ulang uang sisa tersebut di titipkan di salah satu toko sembako.
Sementara Aan Andrian selaku Aktivis FPR (Front Pendamping Rakyat) kabupaten Pandeglang sangat menyangkan atas kinerja dan pengawasan pihak dinas terkait menurutnya hal ini akan membuat carut marutnya dalam pelaksanaan program pembangunan jalan pembangunan pertanian (Japrod) karna kurangnya pengawasan dari pihak dinas terkait dalam hal ini dinas pertanian kabupaten Pandeglang bersama konsultanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Banyak hal yang harus di pertanyakan kepada dinas terkait mengenai adanya bantuan pemerintah daerah yang melalui dinas pertanian kabupaten Pandeglang khususnya di kelompok Badak Karya yang ada di desa kadubadak kecamatan Angsana kabupaten Pandeglang provinsi Banten yang pertama ini yang mendapatkan kelompok tani Badak Jaya sementara uang masuk ke rekening kelompok Badak Karya sementara ini kelompok antara ketua dam bendahara sama-sama ketua kelompok namun dalam program yang sekarang di cairkan itu ketua kelompok Badak Karya ketuanya Sukanta dan ketua kelompok Badak Jaya Burhan cuma yang bikin saya bingung itu uang masuk masuk ke rekening badak karya “
Kedua ketua kelompok tersebut di sulap menjadi satu kelompok diduga untuk mengecoh para kontrol sosial wartawan/LSM, bukan hanya itu saja ketua kelopo yang mendapat program bantuan sendiri taunya itu di anggarkan untuk pembanguan perkerasan jalan usaha tani atau jalan produksi perkebunan namun paktanya bangunan tersebut harus di alokasikan untuk pembanguan paving blok yang menggunakan ketebalan 8.cm, tambah Aan Andrian ke awak media, Kamis 10/10/2024.
Sebelumya Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai salah satu program strategis yang dilakukan oleh Diektorat Jendral (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), JUT/ Japrot dilakukan untuk memudahkan akses petani dalam memperluas jalur distribusi pertanian.
Jalan Usaha Tani (JUT) penting dilakukan dalam beberapa aspek. Pertama aspek sosial, JUT dapat membuka katerisoliran masyarakat terhadap daerah sekitar. Kedua, aspek ekonomi yaitu adanya JUT/ Japrot untuk mengatasi biaya transportasi yang tinggi akibat minimnya akses angkutan dari lahan pertanian ke sarana produksi. Ketiga, aspek lingkungan, yakni sebagai peningkatan kualitas jalan dan mencegah terjadinya longsor.
Hal tersebut telah menjadi fokus dari beberapa proyek pembangunan infrastruktur UPLAND Project dalam beberapa tahun ini. Jalan Usaha Tani (JUT) ditujukan untuk mempermudah akses pertanian dan memperluas jalur distribusi pertanian, serta meningkatkan gaji dan pendapatan para petani di setiap daerah.
Sementara Kepala dinas pertanian kabupaten Pandeglang Nasir ketika di beritahukan adanya dugaan kesengajaan pihak kelompok tani Badak Karya yang ada di desa kadubadak kecamatan Angsana ini beliau respon cepat.
” Ya kang, terima kasih baru respon saya lagi dilapangan, tadi sudah nyambung staf kami lagi cek ke sana, insya Allah segera kita tindak lanjuti agar segera dibangun, batu tahap 1 kang” jelasnya via chat WhatsApp.
Kepala dinas pertanian kabupaten Pandeglang langsung respon cepat ketika ada pengaduan dari insan fers maupun lembaga kontrol sosial dia juga berharap pembanguan tersebut segera di mulai mengingat ini tahapan baru yang baru di realisasikan tahap pertama (1)
Sampai di terbitkan berita ini pihak kelompok tani Badak Karya belum melaksanakan pembanguan diharapkan dinas pertanian kabupaten Pandeglang segera menindak lanjuti hasil temuan wartawan dan Aktivis.
(Ron)







