Penabanten.com – Kabupaten Tangerang Salah satu Gen Z asal Jayanti, Rio Putra Sadewa, menyayangkan adanya pernyataan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang terkesan menyalahkan kepemimpinan kepala daerah secara sepihak terkait berbagai persoalan mendasar yang terjadi di Kabupaten Tangerang.

Menurut Rio, yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu universitas di Kabupaten Tangerang, penilaian bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakilnya telah gagal menangani persoalan seperti pendidikan, tata kelola sampah, hingga pengangguran merupakan pandangan yang tidak objektif dan cenderung menyederhanakan persoalan.
Rio menyebut bahwa persoalan masyarakat di Kabupaten Tangerang itu kompleks dan tidak bisa dibebankan hanya kepada Pemkab semata. DPRD sebagai lembaga legislatif juga memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang sangat menentukan arah kebijakan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah, DPRD bukan hanya pengkritik, melainkan mitra strategis pemerintah daerah. Oleh karena itu, setiap permasalahan yang terjadi seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan saling menyalahkan.
Jadi, pemberian rapor merah ke Pemda oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten terkesan cuci tangan dan balik badan. Masyarakat sudah tahu semua bahwa DPRD juga yang mengevaluasi kinerja Pemkab Tangerang setiap triwulan. Jadi, jika eksekutif disebut rapor merah, lalu mereka rapor apa?
“Kalau ada persoalan pendidikan, sampah, atau pengangguran yang belum terselesaikan, DPRD juga harus melihat sejauh mana peran mereka dalam mendorong kebijakan, pengawasan anggaran, dan keberpihakan terhadap rakyat,” tambahnya.
Rio juga mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan oleh DPRD seharusnya bersifat konstruktif dan disertai solusi, bukan sekadar narasi yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Ia berharap ke depan, sinergi antara DPRD dan Pemkab Tangerang dapat lebih diperkuat demi menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
“Masyarakat Kabupaten Tangerang butuh solusi, bukan konflik narasi. Jadi, sudah saatnya semua pihak duduk bersama dan bekerja nyata,” ujar Rio.







