Ngagurah Dano, Tradisi Warga Menangkap Ikan dari Serang

- Penulis

Minggu, 28 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Serang – Ribuan masyarakat tumpah ruah turun ke sungai untuk menangkap ikan pada acara Ngagurah Dano di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (28/7/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berupa tradisi menangkap ikan di aliran Rawa Dano.

“Ngagurah dano merupakan tradisi dari kearifan lokal yang harus kita jaga dan pertahankan sehingga menjadi agenda tahunan Pemkab Serang,” kata Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa saat memberikan sambutan.

Tradisi Ngagurah Dano pertama kali digelar Pemkab Serang pada tahun 2018, dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat yang berada di aliran Sungai Cidano, yakni di perbatasan Desa Rancasanggal, Kecamatan Padarincang dan Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Ngagurah Dano sendiri merupakan tradisi turun temurun nenek moyang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan menggunakan alat tangkap ikan tradisional, seperti tadah, jala, ganco, sair dan sambet, warga turun ruah ke sungai. Apalagi Pemkab Serang menebar sekira 1 ton ikan untuk membuat acara semakin meriah.

Pada kegiatan tersebut, digelar pula bancakan membakar ikan bersama. “Filosofi Ngagurah Dano adalah kebersamaan, kesabaran, dan sikap arif terhadap alam. Warga Bersama-sama mengambil ikan untuk kebutuhan konsumsi pada saat itu, dimakan Bersama-sama dan selebihnya dibawa pulang untuk keluarga,” kata Pandji.

Kepala Desa Cikolelet Kecamatan Cinangka, Ojat Darojat mengatakan, Ngagurah Dano biasa digelar pada kurun waktu Juli atau Agustus. “Dilaksanakan pada puncak kemarau, ikan yang didapat bisanya ikan gabus tawes ikan mas, nila ,nilem, lele, udang dan beunteur ” ungkap Ojat.

Ojat menilai, tradisi ini untuk di Banten hanya dilaksanakan di Kabuoaten Serang. “Saya berharap, pemerintah menangkap potensi ini sebagai kearifan lokal, sekaligus potensi pengembangan pariwisata daerah,” ujarnya.(Red)

Berita Terakait

Panen Pertama Menanam Ketimun Lebih Memuaskan, Hasilnya Tidak Diragukan, Ini Kata Eris Kades Carenang Cisoka
Pemkab Tangerang Berangkatkan 3000 Lebih Peserta Mudik Gratis
Wabup Intan Kunjungi RSUD Kabupaten Tangerang
Siap Sambut Arus Mudik 2026, PUPR Provinsi Banten Genjot Perbaikan Akses Jalan Berlubang
Kecam Keras Penutupan pintu Kamenag  Kab Tangerang Saat Ramadhan  LSM  KPK Nusantra ini Melanggar hukum!
pemkab Tangerang Gelar Rapat Kesiapan Operasi Pengamanan Dan Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Tambang
Wabup Intan Dorong Pengusaha dan Pengembang Implementasikan Program EPR
Bupati Tangerang Minta Semua Pihak Dukung Posyandu Perluas Cakupan Layanan Yang Berkualitas

Berita Terakait

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:03 WIB

Panen Pertama Menanam Ketimun Lebih Memuaskan, Hasilnya Tidak Diragukan, Ini Kata Eris Kades Carenang Cisoka

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:51 WIB

Pemkab Tangerang Berangkatkan 3000 Lebih Peserta Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:59 WIB

Wabup Intan Kunjungi RSUD Kabupaten Tangerang

Senin, 2 Maret 2026 - 21:01 WIB

Siap Sambut Arus Mudik 2026, PUPR Provinsi Banten Genjot Perbaikan Akses Jalan Berlubang

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:12 WIB

Kecam Keras Penutupan pintu Kamenag  Kab Tangerang Saat Ramadhan  LSM  KPK Nusantra ini Melanggar hukum!

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:28 WIB

pemkab Tangerang Gelar Rapat Kesiapan Operasi Pengamanan Dan Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Tambang

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:25 WIB

Wabup Intan Dorong Pengusaha dan Pengembang Implementasikan Program EPR

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:23 WIB

Bupati Tangerang Minta Semua Pihak Dukung Posyandu Perluas Cakupan Layanan Yang Berkualitas

Berita Terabru