Masyarakat Padarincang Blokir Akses Masuk Geothermal

- Penulis

Minggu, 30 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.Com, Serang – Masyarakat Padarincang yang tergabung dalam aliansi SAPAR (Syarekat Perjuangan Rakyat Padarincang) memblokir akses masuk proyek geothermal dengan memasang spanduk berisi penolakan PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi). Minggu, (30/6/2019).

Proyek pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi sebagai sumber energinya tersebut mendapat penolakan dari masyarakat setempat sejak Tahun 2017 silam.

Namun menurut Kardi, salah satu warga, Pemerintah setempat terkesan acuh terhadap gejolak yang ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga : Memperingati Hari Bhayangkara Ke -73, Ditsamapta Gelar Bakti Sosial

“kita sudah menolak dari tahun 2017, mulai dari pemasangan spanduk penolakan sampai demonstrasi, sempat juga audiensi, ya gitu, Pemerintah setempat keliatannya sebodo aja gitu”, jelasnya.

Ia pun menegaskan keinginan masyarakat bahwa pembangunan PLTPB tersebut harus segera dihentikan.

“Pokoknya kita masyarakat Padarincang akan tetap menolak pembangunan tersebut, sekali tolak kita tetap akan menolak”, tegasnya.

Proyek yang berlokasi di Kp. Wangun Desa Batukuwung Kecamatan Padaraincang, menurut warga hanya menimbulkan dampak negatif mulai dari kerusakan lingkungan hingga konflik sosial. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Banten segera mengambil sikap atas persoalan yang ada dan meminta untuk berpihak kepada masyarakat.

“Warga berharap pemerintah segera menghentikan proyek tersebut, sesuai dengan keinginan masyarakat”, kata Ibas yang juga merupakan salah satu masyarakat Padarincang.

(Red)

Berita Terakait

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang
Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar
RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor
Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terakait

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ketum LSM Geram Bersama 7 LSM  Pimpin Demo Tolak Pemiskinan Rakyat, Puluhan Aktivis Datangi DPRD Tangerang Soroti Kenaikan BBM Tak Wajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:10 WIB

RDP Polemik 126: DPRD Tekankan Pentingnya Izin Resmi demi Menjaga Kepercayaan Investor

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:49 WIB

Proyek Seragam Dinas Diduga “Dikunci” untuk Vendor Titipan, UMKM Tangerang Protes Keras

Berita Terabru