Lagi-lagi Oknum Pendamping PKH Diduga Lakukan Pungli Di Desa Kertaraharja

Minggu, 11 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Bantuan Sosial (Bansos) dari program Pemerintah Pusat harus bisa diserap optimal oleh masyarakat maupun Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Segala unsur pemerintah, mulai dari daerah, kabupaten, kecamatan hingga pendamping berikut masyarakatnya harus ikut mengawal semua proses. 

Namun bagaimana jika yang terjadi sebaliknya. Masih ada praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh segelintir oknum. Padahal, bantuan yang mestinya diberikan penuh untuk warga kurang mampu malah dipotong dan masuk kantong lain. Seperti yang dikisahkan oleh pemilik BRILink di wilayah Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Jum’at (9/4) kemarin.

Pemilik BRILink yang namanya minta dirahasiakan mengatakan terhadap Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Kertaraharja dia menceritakan bagaimana keprihatinannya tentang pungli dilingkungannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik BRILink hanya bisa terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa, bahkan ironinya lagi selain pungutan didalam Kartu ATM, ditengah masyarakat ketika diserahkan uang tersebut KPM diminta lagi dengan alasan tidak mendapatkan apa-apa. Padahal disini sudah direkayasa oleh pihak pendamping ketika mencairkan uangnya.

“Pendamping itu ketika mencairkan uang membawa Kartu ATM milik KPM PKH desa Kertaraharja. Modusnya menggasak Kartu ATM milik KPM dilakukan 3 kali, pertama cek saldo, kedua dan ketiga mencairkan uang tersebut,”terangnya.

Ternyata hal itu juga sudah tercium oleh Camat Sobang, Sukendar, dirinya juga mengaku telah melaporkan kronologi dugaan pungli PKH ke Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang. Tak hanya itu, Camat juga menyayangkan tindakan sekelompok oknum yang melakukan pungutan liar terhadap KPM PKH di Desa Kertaraharja Kecamatan Sobang.

“Harapan saya dinsos membuat tim penegak keadilan agar problem seperti ini tidak menjadi kesempatan buat oknum. Entah pendamping atau ketua kelompok yang nakal semisal terbukti, sekaligus harus ada sanksi dan proses sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Soalnya ini bukan masalah sepele soal bantuan, tapi soal penyalahgunaan wewenang,” tandasnya.

Masih kata, Sukendar pihaknya menyampaikan bahwa selama ini para Pendamping PKH di Wilayah Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang tidak ada koordinasi, dan laporan kepada pemerintahan kecamatan.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada koordinasi dan laporan kepada pemerintahan kecamatan terkait realisasi program PKH di kecamatan Sobang,”tutupnya

Mendengar hal itu, Sekretaris Perkumpulan Basar Solidaritas Rakyat (PBSR) Provinsi Banten, Hadi Isron langsung melakukan investigasi kelapangan guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dari hasil Investigasi dilapangan pihaknya mengaku sudah mengantongi terkait beberapa data tentang dugaan korupsi yang dilakukan oleh Pendamping PKH Desa Kertaraharja Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

“Kita sudah mengantongi data pungli yang diduga dilakukan oleh oknum pendamping PKH desa Kertaraharja, meski begitu pihaknya akan tetap mengacu kepada norma, etika, aturan, dan peraturan yang berlaku serta kami mengedepankan “azas praduga tak bersalah” dengan demikian kami akan memberikan surat somasi terlebih dahulu kepada pihak bersangkutan,”imbuhnya. Minggu (11/4)

Sementara itu, Oknum Pendamping PKH desa Kertaraharja (M) saat dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan apapun, bahkan berulang kali dihubungi tak pernah merespon, hingga berita ini dikirim ke redaksi awak media belum mendapatkan keterangan dari Oknum Pendamping PKH.

(Imron)

Berita Terkait

Kepolisian Dan TNI Sesuai Program Pemerintah Daerah, Kawal Pemindahan Pedagang Ex Penampungan Ke Pasar Baru Cisoka
Prof. Francisca Sestri Menjadi Dewan Penasihat Koperasi LPER (Digital)
Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah
Dari Cikeusal untuk Indonesia, TMMD Ke-127 Hadirkan Negara dan Mengubah Kehidupan Warga Desa
Supplier Buka Suara: Harga Daging di Pasar Ciruas Tidak Sampai Rp. 145.000/kg
Pers, Aktivisme, dan Tanggung Jawab Etis di Tengah Zaman yang Berisik
PT CMMI Diduga Jual Limbah B3 Slag Secara Ilegal; Kadin Bantah Terlibat Pengurugan Proyek
Jalan Berlubang di Jalan Cikande – Rangkasbitung Diduga Menelan Korban Jiwa, Aktivis Banten Desak APH Mengusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:18 WIB

Kepolisian Dan TNI Sesuai Program Pemerintah Daerah, Kawal Pemindahan Pedagang Ex Penampungan Ke Pasar Baru Cisoka

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:10 WIB

Prof. Francisca Sestri Menjadi Dewan Penasihat Koperasi LPER (Digital)

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:06 WIB

Beri Arahan di Rapim Polri, Kapolri Tegaskan Dukung-Kawal Penuh Program Pemerintah

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:13 WIB

Supplier Buka Suara: Harga Daging di Pasar Ciruas Tidak Sampai Rp. 145.000/kg

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:09 WIB

Pers, Aktivisme, dan Tanggung Jawab Etis di Tengah Zaman yang Berisik

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:42 WIB

PT CMMI Diduga Jual Limbah B3 Slag Secara Ilegal; Kadin Bantah Terlibat Pengurugan Proyek

Senin, 9 Februari 2026 - 16:36 WIB

Jalan Berlubang di Jalan Cikande – Rangkasbitung Diduga Menelan Korban Jiwa, Aktivis Banten Desak APH Mengusut Tuntas

Senin, 9 Februari 2026 - 02:55 WIB

Lesman Bangun: Bantuan Wagub Dimyati Jadi Pemantik Semangat Pembangunan Museum Media Siber Indonesia

Berita Terbaru

Persatuan Wartawan Indonesia PWI

Sinergi Krakatau Steel dan PWI Cilegon Dorong Literasi Media Mahasiswa sebagai Investasi SDM Unggul

Selasa, 10 Feb 2026 - 21:14 WIB