Kritik Tajam: MBG Pandeglang Jadi Catatan Buruk, “Ini Anomali” Kata Cecep Saeful Bahri Ketua DPC Ormas Badak Banten Perjuangan

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan kecerdasan anak sekolah, balita, serta ibu hamil. MBG jadi investasi SDM jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus penggerak ekonomi desa dan UMKM.

Pelaksana teknisnya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi dengan menyerap bahan baku lokal dari petani dan nelayan setempat.

Pendukung kesiapan program ini adalah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), inisiasi pemerintah lewat Universitas Pertahanan RI. Lulusan SPPI diarahkan menjadi bagian BGN untuk mendukung distribusi dan pengawasan gizi.

“Dari kutipan di atas jelas bahwa program MBG ini sangat bagus tujuannya. Kita sebagai warga negara Indonesia harus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini,” kata Cecep Saeful Bahri, Ketua DPC Ormas Badak Banten Perjuangan Kabupaten Pandeglang.

“Harapan Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan”

Harapan Cecep agar MBG berjalan benar di Pandeglang justru berbanding terbalik dengan fakta. “Apa yang terjadi sejauh ini? Sudah banyak terungkap fakta-fakta unit dapur SPPG menyalahi peraturan,” tegasnya.

Pelanggaran yang ditemui mulai dari pemenuhan standar dapur BGN yang tidak dipenuhi, sampai kualitas makanan. Kasus yang muncul: makanan kurang rasa sehingga tidak berselera dikonsumsi, makanan basi, buah busuk bahkan ada belatungnya. Temuan lain masih banyak.

“SPPI Diduga Bersekongkol, Fungsi Pengawasan Mati Suri”

Cecep mempertanyakan fungsi SPPI yang seharusnya mengawasi gizi dan mendukung distribusi. “Tapi kenapa penyelenggaraan dan pendampingan program MBG oleh SPPI ini diduga bersekongkol dengan pihak mitra dapur untuk menutupi standar regulasi yang sudah ditetapkan BGN? Sehingga efektivitas penyelenggaraan makan bergizi ini menjadi anomali di masyarakat.”

SPPI yang digaji negara sebagai ASN BGN justru dituding ikut bermain. Alih-alih jadi pengawas, SPPI malah ditengarai kompromi dengan pelanggaran dapur mitra.

“Ekonomi Lokal Dikangkangi Perusahaan Dadakan”

Cecep juga menyoroti penyuplai bahan baku SPPG. Tujuan MBG adalah menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap hasil petani atau nelayan setempat. “Tapi apa yang terjadi? Malah disinyalir banyak perusahaan penyuplai dadakan yang belum tentu profesional dan proporsional, dan cenderung untuk meraup keuntungan pribadi. Sehingga program ini bisa dibilang sudah keluar dari konteks sebenarnya,” ujarnya.

UMKM dan petani lokal tersingkir. Proyek pangan justru dinikmati segelintir pemain baru yang dekat dengan pengelola SPPG.

“Desak Evaluasi Total, Ancam Aksi”

Atas carut marut MBG di Pandeglang, Cecep meminta Satgas segera evaluasi ulang setiap SPPG yang sudah dan akan beroperasi. “Agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berjalan dengan baik, bukan jadi ajang kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, dan mencegah program ini dari tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.”

Cecep menegaskan Ormas Badak Banten Perjuangan DPC Pandeglang mendukung penuh MBG karena ini program Presiden. “Kami siap mengawal program ini sehingga tidak keluar dari tujuan yang sudah ditetapkan. Kalau program ini selalu jadi anomali di masyarakat, kami tidak akan segan-segan untuk melakukan audiensi dan bahkan aksi unjuk rasa, demi tercapainya tujuan mulia pada program ini.”

Catatan buruk MBG di Pandeglang terus bertambah. Mulai dari SPPG beroperasi tanpa IPAL, penghalangan kontrol sosial ke media, kendaraan distribusi tanpa stiker BGN, hingga dugaan kongkalikong SPPI dengan mitra. Publik menunggu keberanian BGN dan Satgas MBG Pandeglang menindak tegas sebelum program mulia ini rusak oleh kepentingan.

Berita Terakait

Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat
Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT
Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran, Pemdes Sukadame Bersama TKSK dan Muspika Pagelaran Tinjau Rumah Warga
Abaikan K3 Hingga Buruh Koma, Pelaksana Proyek PT Hua Ying Nusantara Cikande Enteng Sebut Kecelakaan “Hal Biasa”
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka
Tanggapan Sekretaris BPPKB Hds Banten Terkait Pemberitaan Mengenai Nama dan Logo Organisasi
Wakil Pimpinan Redaksi FokusFakta.com Serahkan SK dan KTA Kabiro Tanggamus di Tangerang
Melangkah Bersama Mengabdi untuk Negeri, RSDP Berbagi Ilmu Kesehatan di Car Free Day Serang

Berita Terakait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran, Pemdes Sukadame Bersama TKSK dan Muspika Pagelaran Tinjau Rumah Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Abaikan K3 Hingga Buruh Koma, Pelaksana Proyek PT Hua Ying Nusantara Cikande Enteng Sebut Kecelakaan “Hal Biasa”

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Tanggapan Sekretaris BPPKB Hds Banten Terkait Pemberitaan Mengenai Nama dan Logo Organisasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:16 WIB

Wakil Pimpinan Redaksi FokusFakta.com Serahkan SK dan KTA Kabiro Tanggamus di Tangerang

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:43 WIB

Melangkah Bersama Mengabdi untuk Negeri, RSDP Berbagi Ilmu Kesehatan di Car Free Day Serang

Berita Terabru