Karyawan PT. GRAND EVEREST INTERNASIONAL Meninggal Dunia Setelah Mengalami Kecelakaan Kerja.

- Penulis

Rabu, 2 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Tangerang – menindak lanjuti Salah satu karyawan PT. Grand Everest Internasional Diduga meninggal dunia ditempat, setelah mengalami kecelakaan kerja tertimpa mesin giling biji plastik dengan berat 1,5 ton, pada Kamis (24/02/2022).

Diketahui pabrik yang beralamat di kp. picung RT 04/05 desa pasar kemis, kecamatan pasar kemis, kabupaten Tangerang – Banten.
Diduga minim penerapan K3 dan minimnya BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaan yang menyebabkan kecelakaan kerja dan berujung kematian.

Korban kecelakaan kerja bernama asep supriyadi berusia (23) tahun, beralamat kp. Gelam pabuaran rt 02/01 kelurahan kutajaya, kecamatan pasar kemis, kabupaten Tangerang – Banten. Senin (01/03/2022)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ujang supendi salah satu aktivis mengatakan, jika masih ada perusahaan yang melanggar UU ketenagakerjaan dan BPJS. padahal BPJS itu sangat penting untuk para pekerja, dimana fungsi dari BPJS ketenagakerjaan adalah menjamin para pekerja agar mendapatkan pelayanan kesehatan dan santunan uang tunai, Jika menderita penyakit akibat kerja atau mengalami kecelakaan kerja. dimana resiko kecelakaan kerja tersebut terhitung dari karyawan pergi dan pulang kerja,” ucap ujang supendi.

Untuk BPJS kesehatan itu sudah jelas merupakan asuransi yang menerapkan sistem gotong royong, yaitu yang sehat membantu yang lemah. BPJS juga akan membantu peserta yang mengalami sakit seumur hidup atau penyakit besar, seperti kanker, penyakit jantung, gagal ginjal dan penyakit lainnya yang tidak ada di asuransi lain.

“Kalau perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya, bagi saya itu salah besar perusahaan, dan sudah selayaknya PT. Grand Everest Internasional mendapatkan sanksi dari pihak terkait,” jelasnya ujang supendi.

Menurut (A) salah satu karyawan yang juga kerabat korban mengatakan, Kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu karyawan Pt. Grand Everest internasional terjadi sekitar pukul 20:45 wib, “korban dan tiga rekan kerja diperintahkan oleh salah satu mandor, untuk memindahkan mesin giling biji plastik dengan cara mendorong mesin tersebut, “naas salah satu roda mesin yang di dorong terselip dilubang, korban yang berada disebelah kanan langsung tertimpa mesin gilingan biji plastik tersebut, dan langsung meninggal dunia ditempat,” tutur (A).

Saat awak media mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) mengonfirrmasi kepada pihak pabrik atupun HRD PT. Grand Everest internasional terkait adanya, salah satu karyawan yang meninggal dunia ditempat, setelah mengalami kecelakaan kerja.
Agung selaku HRD PT. Grand Everest internasional seakan Alergi dan enggan menemui wartawan dan Lsm yang ingin mengonfirmasi terkait kecelakaan kerja yang tidak sesuai SOP tersebut.

Agung selaku HRD PT. Grand Everest internasional saat di konfirmasi melalui via whatsapp mengatakan, “Apa yang harus diklarifikasi, terserah mereka saja. Semua hak dan kewajiban sudah terpenuhi, saya ga biasa mediasi sama LSM ga ada kepentingan sama mereka. Yang penting urusan pabrik dan karyawan bisa bekerja dan berjalan,” ucap agung.

Pihak keamanan security PT. Grand Everest internasional saat di wawancarai, bungkam seribu bahasa seakan menutupi dengan adanya kejadian kecelakaan kerja, yang telah menewaskan salah satu karyawan PT. Grand Everest internasional tersebut.

“Jadi jika ada kelalaian dari pihak perusahaan, maka harus ada sanksi hukum dan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” tandasnya ujang supendi.

(Red-Team)

Berita Terakait

Korban Perampasan Motor di Tangerang Desak Polisi Tangani Serius Kasusnya
Diduga Oknum Pelaksana PT Demes Karya Indah intimidasi Wartawan Ditangerang
Skandal Dana Tambang dan Hak Sopir Ambulans Terkuak di Pagintungan, Warga Lapor ke Penegak Hukum
Ada Apa…!!!! ” Dengan Kapolsek Pakuhaii ” Marak Peredaran obat terlarang daftar ( G ) Terkesan Ada Pembiaran
LAN Kabupaten Tangerang Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba di Peringatan HANI 2025
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rapat Bersama PT KCI
Perumahan Elit Taman Puspa  Citra Raya Diduga Alih Pungsi di Jadikan  pergudangan Dan Tempat Karoke
Gelapkan Mobil Perusahaan, Sopir Jasa Ekspedisi Ditangkap Unit Reskrim Polsek Jawilan Polres Serang 

Berita Terakait

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:02 WIB

Korban Perampasan Motor di Tangerang Desak Polisi Tangani Serius Kasusnya

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 18:34 WIB

Diduga Oknum Pelaksana PT Demes Karya Indah intimidasi Wartawan Ditangerang

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:14 WIB

Skandal Dana Tambang dan Hak Sopir Ambulans Terkuak di Pagintungan, Warga Lapor ke Penegak Hukum

Selasa, 8 Juli 2025 - 19:56 WIB

Ada Apa…!!!! ” Dengan Kapolsek Pakuhaii ” Marak Peredaran obat terlarang daftar ( G ) Terkesan Ada Pembiaran

Kamis, 26 Juni 2025 - 09:48 WIB

LAN Kabupaten Tangerang Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba di Peringatan HANI 2025

Selasa, 3 Juni 2025 - 20:10 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Gelar Rapat Bersama PT KCI

Senin, 21 April 2025 - 19:23 WIB

Perumahan Elit Taman Puspa  Citra Raya Diduga Alih Pungsi di Jadikan  pergudangan Dan Tempat Karoke

Selasa, 1 April 2025 - 14:54 WIB

Gelapkan Mobil Perusahaan, Sopir Jasa Ekspedisi Ditangkap Unit Reskrim Polsek Jawilan Polres Serang 

Berita Terabru