Jalan Penghubung Kalirejo-Wayakrui Rusak Parah “Rakyat Telat Bayar Pajak Didenda, Jalan Rusak Dibiarkan Saja

0
13

Penabanten.com, Lampung – Potret buram” desa ku sayang desa ku malang” .desa Waya Krui Kecamatan Kalirejo kabupaten lampung tengah provinsi lampung. dengan Kondisi jalan yang masih terbilang belum tersentuh oleh pihak pemerintahan daerah maupun pemerintah pusat.kamis 19 / 05 / 22

Menurut keterangan “Indra warga wayakrui saat di konfirmasi melalui via telepon whatsApp, jam 16 “30 wib karena jalan tersebut sudah tidak layak di lalui, bila musim penghujan datang, becek dan licin, bila dimusim kemarau sangat tidak nyaman buat pernapasan, karena berdebu ketika kendaraan truck pengangkut tanah liat yang setiap harinya melewati jalan utama kalirejo -wayakrui Yang diduga kepentingan pengusaha pribadi untuk memperkaya diri kritik indra,

juga memberikan komentar nya dari jaman orde baru sampai jamannya reformasi sekarang ini, belum pernah dilakukan pemeliharaan ataupun perbaikan jalan ini. Diduga pemerintah sekarang tutup mata dan telinga. Pungkasnya.

Lanjut ” Indra” masyarakat Waya Krui mengeluhkan kondisi jalan seperti ini sudah sangat lama, kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air bila musim penghujan tiba. berharap beliau segera dilakukan perbaikan oleh pihak dinas terkait/pemerintah setempat, jalan ini adalah akses penghubung antara Kecamatan Kalirejo ke Desa Waya Krui dan jalan alternatif menuju Kabupaten Lampung tengah dan Pringsewu tandasnya.

sebagian masyarakat desa wayakrui saat di minta tanggapan terkait jalan penghubung kalirejo – wayakrui ,

“Harapan besar masyarakat wayakrui berharap agar Bupati Lampung Tengah (Musa Ahmad) untuk bisa segera bertindak dan merealisasikan perbaikan jalan di Desa Waya Krui Kecamatan Kalirejo. Berharap juga bisa meninjau lokasinya biar mengetahui keadaan jalan tutup Indra

“Disisi lain Yusup warga wayakrui yang setiap hari antar jemput anaknya sekolah. harapan masyarakat sangat berharap kepada anggota dewan yaitu Muslim, Gofur, Azhari anggota DPRD Lampung Tengah yang berasal dari Kecamatan Kalirejo. agar bisa menyalurkan anggaran APBD. Ucapnya.

“Sama halnya yang disampaikan oleh beberapa warga desa wayakrui yang bekerja di-perusahaan wilayah jabodetabek.
“Maulana ” mereka adalah para wakil rakyat yang bertengger diatas sana, sesuai dengan janji kampaye akan menyambut, menerima aspirasi masyarakat. Jadi tolong untuk bisa memperjuangkan hak kami sebagai masyarakat untuk bisa merasakan kesejahteraan, untuk bisa merasakan jalan bagus di daerah kami. Bukan nya seorang dewan adalah perwakilan dari kami sebagai masyarakat, “rakyat telat bayar pajak masyarakat didenda, jalan rusak dibiarkan saja, ampun pemerintah” tutup maulana.
( red ).

Tinggalkan Balasan