Diduga Lemahnya Pengawasan, Kenaikan Kouta Elpiji Pertahun Sepenuhnya Belum Dapat Dirasakan Masyarakat Pandeglang

- Penulis

Kamis, 8 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

penabanten.com, Pandeglang – Diduga akibat lemahnya pengawasan dari pihak ceker wilayah Pandeglang dan satgas Pertamina sehingga kenaikan Kouta elpiji bersubsidi dalam setiap tahunnya tidak bisa dirasakan oleh masyarakat pandeglang seutuhnya.

Dampaknya elpiji subsidi masih sulit didapatkan, dan harga jual elpiji bersubsidi ditengah masyarakat Pandeglang masih tinggi mencapai Rp28 ribu sampai Rp32 ribu pertabung, bahkan kerap sulit didapatkan seperti yang dikutip di salah satu media online satelitnews yang terjadi di wilayah kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang.

Menurut warga Kecamatan Patia, Agus menuturkan bahwa penjualan gas elpiji bersubsidi itu seperti barang selundupan. Lantaran warga tidak diperbolehkan beli langsung ke pangkalan sesuai harga HET. Sementara, lanjut dia, kalau beli ke pengecer warung sembako harganya cukup mahal bisa mencapai di atas Rp30 ribu per tabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padahal pangkalan sangat dekat, tapi tetap saja harganya sangat mahal. Tentu saja kondisi ini mencekik kami, bagaimana tak mencekik harganya di penjual sangat tinggi sekali,” keluhnya.

Diketahui bahwa Pandeglang di tahun 2021 telah memiliki Kouta elpiji bersubsidi sebanyak 23.348 Metrik Ton (MT) atau setara dengan 7.781.888 tabung yang tersebar di 428 Pangkalan di Kabupaten Pandeglang.

Menurut, H. Ukik Mulyadi yang bertugas di Bagian Admistrasi Perekonomian Setda kabupaten Pandeglang menyampaikan kepada Mitrabantenews bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan terkait pendistribusian elpiji bersubsidi dari seluruh Agen yang bergerak di bidang pemasok elpiji di Kabupaten Pandeglang.

Pasalnya 14 Agen elpiji tersebut belum memberikan laporan bulanan sejak awal tahun 2021 hingga sekarang. “Kita sudah minta pada masing masing agen  berupa laporan bulanan, tapi belum masuk.”ungkapnya. Rabu (7/4).

Ditanya terkait jumlah Kouta masing-masing Agen, Ukik mengaku tidak mengetahui hal itu, lantaran tidak ada yang menyerahkan atau tidak ada datanya. “Data terkait Kouta yang dimiliki oleh masing-masing Agen itu tidak ada,”cetus dia.

Disinggung mengenai data Kouta Volume pada tahun 2020, pihaknya juga tidak tahu pula, terlebih pada tahun tahun sebelumnya. Artinya selama ini adanya tambahan Kouta dalam setiap tahunnya diduga pihak Hiswana Migas, atau Korwil Migas tidak ada kordinasi dengan Bidang Admistrasi Perekonomian Setda kabupaten Pandeglang. Hingga berakibat pihak Bidang Administrasi Perekonomian tidak tahu.

Menurut informasi dari sumber terpercaya, bahwa selama ini kenaikan Kouta Volume elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Pandeglang. Kata dia kenaikan Kouta elpiji itu hanya dimiliki oleh segelintir orang saja yang diduga sebagai pengurus himpunan, akibatnya Kouta Volume Agen yang dimiliki setiap tahunnya bertambah.

Harusnya kata dia ketika adanya kenaikan Kouta, pihak himpunan dalam pembagian Kouta  itu jangan hanya mementingkan agen yang dimilikinya saja, sebab bila hal itu terus menerus gimana dengan nasib Agen yang memiliki Kouta terbatas (sedikit) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah, sementara Kouta tambahannya tidak dibagi bagi dengan baik.

“Jadi wajarlah kalau satu daerah merasa sulit mendapatkan elpiji 3Kg hal itu dikarenakan pembagian Kuota elpijinya tidak adil, akibatnya agen yang memiliki Kouta sedikit tidak akan bisa memenuhi sepenuhnya kebutuhan masyarakat,”terangnya.

Bahkan selain itu, bila hanya beberapa Agen aja yang mendapatkan Kouta tambahan dalam setiap tahunnya, hal itu bisa berdampak terhadap samraut penjualan di masing-masing regional.

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru