Diduga Ada Pungutan Liar di SDN Sukatani 02, Kepala Sekolah Mengaku Kecolongan

- Penulis

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Kab. Tangerang– Sejumlah orang tua murid di SDN Sukatani 02, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan adanya dugaan pungutan iuran yang dikoordinir oleh seorang wali murid. Lebih mengejutkan lagi, wali murid yang ditunjuk sebagai bendahara iuran tersebut mengaku sebagai seorang rentenir.

​Iuran ini diduga dikumpulkan dengan dalih untuk keperluan sekolah dan membantu siswa yang sakit. Namun, salah satu orang tua murid bernama Fikri mengungkapkan bahwa anaknya yang sakit tidak mendapatkan perhatian apa pun dari pihak sekolah.

​“Saya sudah bayar iuran untuk satu tahun, tapi ketika anak saya sakit, tidak ada guru atau pihak sekolah yang menjenguk,” keluh Fikri. Ia juga menambahkan bahwa ia ditagih iuran layaknya memiliki utang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Fikri juga menyoroti dugaan perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu oknum guru berinisial IN terhadap anaknya. “Ada oknum guru yang terang-terangan bilang tidak suka dengan anak saya. Padahal anak saya masih kelas satu SD, wajar kalau masih nakal. Tugas guru itu mendidik, bukan membenci murid,” tegasnya.

​Kepala Sekolah Akan Tindak Lanjuti

​Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Sukatani 02 mengaku tidak mengetahui adanya pungutan liar ini. Ia mengaku terkejut dan kecolongan.

​“Saya baru tahu kalau ada uang kas yang dikelola oleh wali murid, apalagi sampai ada yang mengaku rentenir,” ujarnya.

​Menyikapi masalah ini, kepala sekolah berjanji akan segera mengambil tindakan tegas. “Saya akan adakan rapat dadakan dengan para guru untuk membahas persoalan ini, agar hal serupa tidak terjadi lagi,” katanya.

​Para orang tua berharap kepala sekolah dapat menindak tegas oknum guru yang diduga semena-mena. Mereka menilai tindakan tersebut sudah melanggar kode etik guru dan berpotensi merusak nama baik sekolah.

​(Ateng)

Berita Terakait

Siswa Man 1 Tigaraksa, Ihda Mawaddatussyajalah Maju Sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang
Pemkab Tangerang Sambut Kolaborasi Tunas Pengusaha Muda dan Bappeda, Resmikan Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi
Siapkan Tenaga Kerja Berkualitas, PT Trend and Fashion Dukung Polda Banten Program  Pelatihan Gyokai Indonesia
Pasca Polemik Pagar Laut, Koalisi Lembaga Anti Korupsi Desak KPK Periksa BPN dan Pemkab Tangerang
Letakan Batu Pertama, Bupati Tangerang: Museum Raden Aria Wangsakara Jadi Rumah Sejarah dan Pendidikan Generasi Muda
Warga Bayar PBB Tiap Tahun, Data Tanah Belum Jelas: Komisi I Sorot Kekacauan Data Wilayah: Husus PTSL Gembong dan Sukabakti
Hampir 20 Tahun Rusak Parah dan Kerap Dihantam Banjir, Warga Kampung Cipari Cisoka Tagih Janji Pemkab Tangerang
Proyek Hutan Bambu Cisoka  Anggaran Rp1,8 Miliar Disorot Squed : Baru Berupa Pemadatan Lahan, RDP Minta Kejelasan Audit

Berita Terakait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Siswa Man 1 Tigaraksa, Ihda Mawaddatussyajalah Maju Sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang

Selasa, 29 September 2026 - 14:39 WIB

Pemkab Tangerang Sambut Kolaborasi Tunas Pengusaha Muda dan Bappeda, Resmikan Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi

Kamis, 24 September 2026 - 11:10 WIB

Siapkan Tenaga Kerja Berkualitas, PT Trend and Fashion Dukung Polda Banten Program  Pelatihan Gyokai Indonesia

Minggu, 20 September 2026 - 07:10 WIB

Pasca Polemik Pagar Laut, Koalisi Lembaga Anti Korupsi Desak KPK Periksa BPN dan Pemkab Tangerang

Sabtu, 12 September 2026 - 01:16 WIB

Letakan Batu Pertama, Bupati Tangerang: Museum Raden Aria Wangsakara Jadi Rumah Sejarah dan Pendidikan Generasi Muda

Rabu, 9 September 2026 - 21:26 WIB

Warga Bayar PBB Tiap Tahun, Data Tanah Belum Jelas: Komisi I Sorot Kekacauan Data Wilayah: Husus PTSL Gembong dan Sukabakti

Jumat, 4 September 2026 - 19:01 WIB

Hampir 20 Tahun Rusak Parah dan Kerap Dihantam Banjir, Warga Kampung Cipari Cisoka Tagih Janji Pemkab Tangerang

Rabu, 2 September 2026 - 22:12 WIB

Proyek Hutan Bambu Cisoka  Anggaran Rp1,8 Miliar Disorot Squed : Baru Berupa Pemadatan Lahan, RDP Minta Kejelasan Audit

Berita Terabru