Buka Bersama di Cafe Garasi Panimbang, Wartawan dan Aktivis Bangun Percakapan Intelektual

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang, Banten — Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna kontemplatif, sejumlah wartawan dan aktivis berkumpul dalam sebuah pertemuan sederhana namun bernilai reflektif di Cafe Garasi, Pandeglang, Rabu (11/3/2026). Agenda tersebut bukan sekadar jamuan berbuka puasa, melainkan ruang dialog yang menghadirkan perenungan mengenai peran pers, aktivisme sosial, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan publik.

Di balik hidangan sederhana yang tersaji, percakapan mengalir hangat. Forum kecil itu mempertemukan insan media dan pegiat masyarakat yang selama ini bergerak di ruang pengabdian sosial maupun kontrol publik.

Kasman, pimpinan redaksi Media detikPerkara, memandang momentum Ramadan sebagai kesempatan memperkuat ikatan kemanusiaan sekaligus meneguhkan komitmen profesi.

Menurutnya, kebersamaan dalam suasana spiritual semacam ini menghadirkan kesadaran bahwa tugas jurnalistik bukan semata menyampaikan informasi, melainkan menjaga nurani publik.

“Ramadan mengajarkan keseimbangan antara ketajaman berpikir dan kejernihan hati. Pers harus tetap menjadi ruang yang memelihara kejujuran,” ujarnya dalam perbincangan santai tersebut.

Pandangan senada disampaikan Jaka dari Warta Nusantara. Ia menilai pertemuan lintas profesi seperti ini penting untuk merawat komunikasi antar elemen masyarakat.

“Dialog yang lahir dari suasana kebersamaan sering kali menghasilkan pemikiran yang lebih jernih. Ketika wartawan dan aktivis duduk bersama, muncul kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga integritas sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Andi Irawan dari organisasi AWDI menekankan bahwa hubungan antara jurnalisme dan gerakan sosial sejatinya memiliki tujuan yang searah: memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, sinergi yang terbangun melalui pertemuan informal seperti ini dapat menjadi fondasi moral bagi kerja-kerja advokasi di masa depan.

Hal serupa disampaikan Dedi, Kepala Perwakilan Wilayah Banten dari media Propamnews. Ia menggarisbawahi pentingnya solidaritas antar insan pers dan pegiat sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang demokrasi lokal.

“Ketika komunikasi terbangun dengan baik, maka kritik, kontrol sosial, dan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan secara sehat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Presidium Aktivis Sosial Independen (AKSI) Kabupaten Pandeglang, TB. Tobi juga turut memberikan pandangan. Mereka menilai Ramadan bukan sekadar ritual spiritual, melainkan momentum memperdalam kepedulian terhadap persoalan kemasyarakatan.

Sosok yang akrab disapa Pak Laban juga Pak Toni, dari organisasi Ormas Gaib 212, menambahkan bahwa kebersamaan lintas latar belakang merupakan bentuk nyata dari nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

“Kita boleh berbeda organisasi, tetapi tujuan kita sama, yakni menjaga harmoni sosial,” katanya.

Adapun Panji, Sekretaris Jenderal Aktivis Sosial Independen Kabupaten Pandeglang, menutup perbincangan dengan refleksi filosofis mengenai makna kebersamaan.

Ia menyampaikan bahwa pertemuan sederhana di bulan suci sering kali menjadi ruang lahirnya gagasan besar.

“Dalam keheningan Ramadan, manusia diajak merenungi kembali arah pengabdian. Dari meja sederhana seperti ini, kadang lahir pemikiran yang mampu menggerakkan perubahan,” ujar Panji.

Menjelang azan Magrib, percakapan yang sarat gagasan itu pun sejenak berhenti. Para peserta kemudian menyatukan niat dalam doa, sebelum akhirnya menikmati hidangan berbuka. Malam itu, Cafe Garasi tidak hanya menjadi tempat bersantap, melainkan juga ruang kecil bagi tumbuhnya kesadaran intelektual dan solidaritas sosial di Pandeglang.

Berita Terakait

Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat
Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT
Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran, Pemdes Sukadame Bersama TKSK dan Muspika Pagelaran Tinjau Rumah Warga
Abaikan K3 Hingga Buruh Koma, Pelaksana Proyek PT Hua Ying Nusantara Cikande Enteng Sebut Kecelakaan “Hal Biasa”
Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka
Tanggapan Sekretaris BPPKB Hds Banten Terkait Pemberitaan Mengenai Nama dan Logo Organisasi
Wakil Pimpinan Redaksi FokusFakta.com Serahkan SK dan KTA Kabiro Tanggamus di Tangerang
Melangkah Bersama Mengabdi untuk Negeri, RSDP Berbagi Ilmu Kesehatan di Car Free Day Serang

Berita Terakait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Beri Pengarahan Soal Layanan di Kanwil BPN Provinsi NTT, Menteri Nusron: Gunakan Sudut Pandang Masyarakat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Gerak Cepat Tangani Korban Kebakaran, Pemdes Sukadame Bersama TKSK dan Muspika Pagelaran Tinjau Rumah Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Abaikan K3 Hingga Buruh Koma, Pelaksana Proyek PT Hua Ying Nusantara Cikande Enteng Sebut Kecelakaan “Hal Biasa”

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Tanggapan Sekretaris BPPKB Hds Banten Terkait Pemberitaan Mengenai Nama dan Logo Organisasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:16 WIB

Wakil Pimpinan Redaksi FokusFakta.com Serahkan SK dan KTA Kabiro Tanggamus di Tangerang

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:43 WIB

Melangkah Bersama Mengabdi untuk Negeri, RSDP Berbagi Ilmu Kesehatan di Car Free Day Serang

Berita Terabru