Aktivis 98 Banten Tolak Prabowo

- Penulis

Kamis, 14 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PenaBanten.com, tangerang – Sejumlah aktivis 98 Banten menggelar konferensi pers, di salah satu kafe, di kawasan Tigaraksa, Pemkab Tangerang, Kamis (14/03/2019).

Dalam konferensi pers tersebut, mereka menolak Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Mereka menilai, Prabowo memiliki jejak rekam yang kelam di masa lalu.

Menurut Mohammad Sopiyan, Presidium Persatuan Nasional Aktivis (PENA) 98 Provinsi Banten, keterlibatan Prabowo dalam penculikan aktivis 98, saat menjelang kejatuhan Soeharto, menjadi salah satu dendam sejarah yang gak bisa dimaafkan bagi generasi angkatan 98.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dipecatnya Prabowo dari kemiliteran menjadi bukti bahwa Prabowo terlibat dalam penculikan aktivis. Hingga saat ini, keberadaan rekan-rekan kami tidak tahu di mana rimbanya,” ujar Sopiyan.

Selain itu, Sopiyan juga mendesak kepada pemerintah untuk menyita aset kekayaan negara yang dirampok orde baru. “Negara harus berani mengambil alih aset dan jutaan lahan negara yang dimiliki oleh segelintir orang untuk kemudian dibagikan kepada rakyat kecil yang membutuhkan.

Senada diungkapkan Ahmad Nawawi. Aktivis 98 dari kampus Universitas Sriwijaya ini mengatakan, selain terlibat kasus penculikan, Prabowo juga dinilai menjadi bagian dari representasi dari rezim Soeharto atau orde baru. Sebagai generasi yang pernah hidup di jaman orde baru, Nawawi mengaku tidak mau lagi hidup seperti di jaman orba. “Kehidupan rakyat dikekang, kebebasan berekspresi dan berpendapat juga dibatasi. Prabowo berpotensi membangun Indonesia seperti jaman orba. Ini jelas bahaya bagi kehidupan demokrasi,” ujar Nawawi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA).

Meski saat ini, lanjut Nawawi, Prabowo sering gembar gembor akan menjalankan UUD 1945, terutama pasal 33, Nawawi mengaku tidak percaya itu bisa dijalankan oleh Prabowo. “Bagaimana bisa Prabowo melaksanakan pasal 33, sedangkan dirinya sendiri memiliki lahan negara ratusan ribu hektar.

Jika ratusan ribu hektar itu diserahkan ke negara dan dimanfaatkan oleh rakyat kecil, bisa ratusan hingga jutaan rakyat kecil bisa sejahtera. Jadi omongan dan tindakan Prabowo tidak sejalan,” tutur Nawawi.
Ditambahkan Nawawi, kaum milenial wajib mengetahui jejak rekam calon pemimpin yang akan dipilihnya dalam Pemilu. Pasalnya, ketika salah memilih, kerugiannya akan dinikmati lima tahun.

Dalam acara tersebut, aktivis 98 menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar proses demokrasi berjalan damai, tertib, dan demokratis. Dalam konferensi pers tersebut, aktivis 98 memasang spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap capres pelanggar HAM, penolakan capres orba, dan ajakan melawan capres tuan tanah.

Selain Sopiyan dan Nawawi, hadir dalam konferensi pers tersebut aktivis 98 lainnya, yakni di antaranya Akhmad Yuslizar (FKSMJ), Rahmat Sanjaya (FAM Tangerang), dan Muhaimin Aktivis 98 Pandeglang. (End/aml)

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru

Bupati Serang

Investasi Naik, Bupati Serang Ratu Zakiyah Raih Award 2026

Jumat, 6 Mar 2026 - 19:19 WIB