Penabanten.com, Serang – Pembangunan unit sekolah baru (USB) di SMAN 9 Kota Serang yang dimulai pada 7 Agustus 2025, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Serang. Namun, proyek ini juga menuai keluhan dari warga sekitar yang berada di Jalan Raya gelam kelurahan gelam kecamatan Cipocok jaya terkait dampak yang ditimbulkan dan keberadaan penanggung jawab proyek.
Proyek dengan nilai kontrak Rp. 13.346.085.000,00 ini didanai dari APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2025. Konsultan pengawas proyek adalah PT. Sertima Rekayasa Engineering, dengan kontraktor pelaksana CV. Nabiel Putra.
Menurut pantauan di lokasi, proyek pembangunan ini meliputi pembangunan gedung sekolah baru. Papan informasi proyek terpasang di lokasi dengan nomor: 000.3.2/03/02.0009/KKPPK/Dindikbud/2025.
ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain keluhan terkait jalan yang dipenuhi kerikil, warga juga mempertanyakan keberadaan penanggung jawab proyek di lokasi. Hedi, salah seorang warga sekitar, yang membuka warung di lokasi proyek mengungkapkan bahwa penanggung jawab proyek jarang berada di tempat.
“Saya perhatikan, penanggung jawab proyek ini tidak tentu datangnya. Kami jadi kesulitan kalau mau menyampaikan keluhan atau pertanyaan terkait proyek ini,” ujar Hedi. Selasa,(26/08).
Dua orang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi jalan di depan proyek yang dipenuhi kerikil.
“Kami was-was setiap kali melintas di depan proyek ini. Kerikil yang berceceran sangat berbahaya, apalagi kalau hujan, jalan jadi licin,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya menambahkan, “Kami berharap pihak kontraktor lebih memperhatikan kebersihan dan keselamatan jalan di sekitar proyek.”
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melalui pihak terkait diharapkan dapat menindaklanjuti keluhan warga ini.
Pihak kontraktor pelaksana juga diharapkan dapat lebih memperhatikan kebersihan dan keselamatan lingkungan sekitar proyek, serta memastikan keberadaan penanggung jawab proyek di lokasi agar komunikasi dengan warga dapat berjalan lancar.