Sulit Ditemui untuk Konfirmasi Masalah Sampah dan Miras, Camat Ciruas Terkesan ‘Alergi’ terhadap Wartawan

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Kab. Serang – Sebagai pelayan masyarakat, seorang pejabat publik seyogianya membuka ruang komunikasi yang luas bagi insan pers selaku pilar keempat demokrasi. Namun, hal berbeda dirasakan oleh awak media Penabanten.com saat mencoba melakukan konfirmasi kepada Camat Ciruas.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media mengenai kondisi darurat terkait penanganan sampah dan maraknya tempat penjualan minuman keras (miras) yang kerap dikeluhkan sebagai penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Ciruas, justru menemui jalan buntu. Camat Ciruas terkesan sulit ditemui dan enggan memberikan kepastian waktu untuk berdiskusi.

Redaksi Penabanten.com, sudah beberapa kali mendatangi kantor Kecamatan Ciruas untuk melakukan tugas jurnalistik. Namun, sang camat selalu tidak berada di tempat.
Tak berhenti di situ, upaya komunikasi kemudian dilanjutkan melalui pesan singkat WhatsApp. Bukannya mendapatkan kepastian jadwal pertemuan atau jawaban substantif terkait masalah darurat di wilayahnya, Camat Ciruas justru berdalih sedang sibuk dengan kegiatan di luar dan menolak untuk menentukan waktu pertemuan (menjadwalkan silaturahmi).

Sikap yang terkesan mengulur waktu dan tidak responsif ini memicu kritik. Media menilai, ketidakpastian waktu yang diberikan oleh pucuk pimpinan Kecamatan Ciruas tersebut menunjukkan adanya kesan ‘alergi’ dan menutup diri terhadap kontrol sosial yang dibawa oleh media.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai kesan ‘alergi’ dan sulitnya ditemui oleh media, Camat Ciruas Dr. Yuli Saputra, S.TP., MM., membantah hal tersebut. Melalui pesan tertulis, ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri untuk siapapun.
“Siapapun saya gak alergi. Cuma kalau janji saya gak berani. Yang lain juga dateng aja, ketemu ngobrol, gak ketemu ya gimana. Namanya saya pelayan masyarakat ya begini,” ungkap Yuli Saputra kepada media.

Yuli mengklaim bahwa selama ini pihak Kecamatan Ciruas selalu terbuka untuk urusan apapun, sepanjang dirinya sedang berada di lokasi kantor.
“Setahu saya tidak ada yang tertutup di Ciruas…. untuk apapun itu. Dan saya tidak pernah tidak memberikan waktu ke siapapun selagi saya ada di lokasi…. bisa ditanya ke semua yang berkoordinasi dengan saya. Alhamdulillah belum berjodoh berarti…, mudah-mudahan ke depan ada jodohnya untuk bisa ketemu,” dalihnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, persoalan darurat mengenai penanganan sampah yang menumpuk dan peredaran miras di wilayah Kecamatan Ciruas masih menjadi pertanyaan besar publik yang belum terjawab secara tuntas oleh pihak otoritas setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terakait

Ratusan Warga Nambo Ilir Demo PT Tunas Alpin, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Intaian Maut di Jalan Sepatan-Pakuhaji: Kendaraan Berat Melanggar Jam Operasional, Warga Menjerit
PD.Obie- Biggest Buffalo Manfaatkan Momentum Ramadhan untuk Dongkrak Penjualan
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI Bahas Ketahanan Pangan
Selama Ramadhan, KORPRI Kabupaten Serang Gelar Kajian Islam di Hari Jum’at
Minimalisir Banjir, DPUPR Kabupaten Serang Normalisasi Sungai Cikambuy Kibin
Buka Rangkaian HPN 2026 di Banten, Firdaus Minta Anggota SMSI Jaga Integritas dan Tak Hanya Kejar Kecepatan Berita
Napak Tilas Kejayaan Kesultanan, Ratusan Peserta HPN 2026 Awali Ekspedisi di Titik Nol Banten Lama

Berita Terakait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:25 WIB

Sulit Ditemui untuk Konfirmasi Masalah Sampah dan Miras, Camat Ciruas Terkesan ‘Alergi’ terhadap Wartawan

Senin, 11 Mei 2026 - 10:43 WIB

Ratusan Warga Nambo Ilir Demo PT Tunas Alpin, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:40 WIB

Intaian Maut di Jalan Sepatan-Pakuhaji: Kendaraan Berat Melanggar Jam Operasional, Warga Menjerit

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:35 WIB

PD.Obie- Biggest Buffalo Manfaatkan Momentum Ramadhan untuk Dongkrak Penjualan

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:27 WIB

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI Bahas Ketahanan Pangan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:19 WIB

Selama Ramadhan, KORPRI Kabupaten Serang Gelar Kajian Islam di Hari Jum’at

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:44 WIB

Minimalisir Banjir, DPUPR Kabupaten Serang Normalisasi Sungai Cikambuy Kibin

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:23 WIB

Buka Rangkaian HPN 2026 di Banten, Firdaus Minta Anggota SMSI Jaga Integritas dan Tak Hanya Kejar Kecepatan Berita

Berita Terabru