Sinergi Antara Poktan Dan Kepala Desa Nanggala Serta Dinas Pertanian

0
35

penabanten.com, Pandeglang – Pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus dicukupi, kekurangan pangan akan menyebabkan kerawanan dalam hal politik, ekonomi dan sosial yang mengganggu stabilitas kehidupan dari unsure terendah desa sampai ke pusat. Upaya menjaga stabilitas pangan perlu mendapat dukungan dari semua pihak terkait dari pemangku kebijakan, pelaksana kebijakan, pelaku utama dan pelaku usaha bidang pangan.

Padi merupakan stok pangan utama di wilayah Kabupaten Pandeglang provinsi Banten, upaya menjaga produksi padi pada musim tanam ktiga (MT3) ini perlu selalu dijaga. Pengamatan rutin yang dilakukan oleh poktan dan POPT serta penyuluh menemukan adanya indikasi serangan OPT pada areal padi di wilayah Cikeusik khususnya Desa Nanggala yang saat ini sedang melakukan perawatan inten karna di musim kemarau saat ini.

Desa Nanggala yang tergabung beberapa Poktan (kelompok tani) yaitu Ketua Poktan Sindang loa, Poktan Panca karya, Poktan Tani Mukti dan Poktan Lancar Tani. melalui Gapoktan Trubus dengan Empat Poktan adem tani didukung oleh Pemerintah Kepala Desa BPP Cikeusik, POPT dan Kabupaten, Dinas Pertanian kabupaten Pandeglang dan dinas pertanian provinsi Banten dan Pangan bersama-sama melakukan gerakan pengendalian OPT menggunakan agen hayati terutama untuk mengantisipasi serangan OPT hama: Penggerek batang padi (stem borer), Wereng Cokelat (Nilaparvata lugens) dan mencegah serangan penyakit padi Hawar Daun bakteri (Kresek/BLB) dan penyakit patah leher atau blast daun.bukan hanya itu yang lebih di di prioritaskan para Poktan itu kurangnya pengairan untuk mencukupi kebutuhan pesawahan yang saat ini sekitar 300 hektar musim tanam ke tiga.

Dengan kekurangan air sangat mempengaruhi produktivitas padi di desa Nanggala , oleh karena itu perlu upaya Keras Poktan dan dibantu langsung oleh kepala desa yang dilakukan secara serempak oleh anggota poktan. sehingga upaya pengendalian penyedotan air sampai menggunakan 7 unit mesin penyedot secara estafet Karana jarak pusat air dari kali cibaliung hilir sepanjang 1700.meter untuk mengairi sawah seluas 300 hektar. Berttidak bersifat individu tetapi direncanakan secara serempak dan kompak teratur dan diorganisasikan oleh kepala desa Nanggala langsung.

Sumarna, selaku Kepala Desa Nanggala Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang provinsi Banten berharap kedepan biar musim tanam ke dua (MT2) Dan MT3 aman dan pemerintah diharapkan untuk melakukan pengerukan lumpur yang ada di bendungan cibaliung, biar kantong penyimpanan airnya banyak Karana kata kades semenjak dibangunya belum pernah pengurasan di bendunganya.

” Saya Berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan pengerukan lumpur yang ada di bendungan cibaliung agar stik air banyak dan bisa mengairi ke areal pesawahan kami, bukan hanya itu saja saya juga berharap bantuan dan dukungan kepada pemerintah khususnya dinas pertanian kabupaten Pandeglang maupun dinas pertanian provinsi Banten saat ini yang sedang kami lakukan khususnya lagi proses mengairi pesawahan , dan Alhamdulillah saat ini dari dinas pertanian sudah membantu mengadakan mesin sedot air sebanyak 4 yunit dan yang 3 yunit milik Poktan sendiri dan kami berharap agar bisa membantu kembali untuk mesin penyedot air, karna saya juga berharap kedepan pada panen raya nanti bisa hadir dari dinas pertanian kabupaten dan dinas pertanian provinsi Banten terutama bapak PJ Gubernur Banten bisa hadir nanti di musim panen Raya” Harap Kades. Sabtu (12/08/2023)


Upaya menjaga ketahanan pangan juga dilakukan oleh Bapak Kepala Dinas Pertanian ketahanan pangan provinsi Banten untuk lebih mengintensifkan lahan pertanian di Musim Tanam III terutama untuk bisa ditanami tanaman pangan, hortikultura. Dengan pemanfaatan lahan di Musim tanam III bertujuan untuk menjaga lahan tetap berproduksi tidak bera demi menjaga stok pangan juga sebagai upaya peningkatan pendapatan petani. Selain itu pergantaian tanaman padi menjadi tanaman non padi sebagai upaya memutus rantai perkembangan OPT sekaligus menjaga kesuburan tanah melalui budidaya tanaman. Upaya program intensifikasi lahan pertanian musim tanam III perlu mendapat dukungan dari petani dan kelompok tani serta dukungan dari Kalurahan sangat diperlukan demi suksesnya kegiatan menjaga ketahanan pangan. Sinergitas atau keterpaduan dari Dinas Pertanian, Kalurahan selaku pemangku kebijakan paling bawah, petani melalui kelompok taninya merupakan kunci pokok suksesnya program pembangunan pertanian di tingkat desa atau kalurahan.

(Ron)

Tinggalkan Balasan