Penabanten.com, Kab. Serang – Proses rekrutmen karyawan di PT Ingin Food Indonesia yang berlokasi di Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, berakhir ricuh. Kericuhan dipicu oleh protes warga setempat yang merasa tidak dilibatkan dalam proses penerimaan tenaga kerja tersebut. Warga menuntut pihak perusahaan melakukan audit terhadap nama-nama calon karyawan yang diduga mayoritas berasal dari luar daerah.
Ketua RT 06/01, Sarnata, yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sama sekali tidak mendapatkan informasi terkait adanya penerimaan 17 orang tenaga kerja di perusahaan tersebut.
“Untuk rekrutmen 17 orang tersebut, tidak ada informasi ke saya. Saya baru tahu hari ini. Hal ini jelas menimbulkan tanda tanya, ada apa? Dan siapa yang ‘bermain’ dalam rekrutmen tenaga kerja hari ini?” ujar Sarnata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi adalah bentuk perjuangan bagi warga sekitar agar bisa mendapatkan kesempatan bekerja di lingkungan mereka sendiri.
Perwakilan warga dan pihak manajemen perusahaan akhirnya sepakat untuk melakukan mediasi. Musyawarah dilakukan di dalam area perusahaan untuk membahas sistem penerimaan karyawan ke depannya agar lebih transparan dan memprioritaskan warga lokal.
Di lokasi yang sama, salah seorang warga berinisial RI membenarkan adanya 17 orang yang dijadwalkan mengikuti tes rekrutmen hari ini. Namun, menurut pantauannya, sebagian besar calon karyawan tersebut bukan merupakan warga asli Desa Nambo Udik.
“Hari ini ada rekrutmen 17 orang, tapi kebanyakan dari luar Desa Nambo Udik. Setahu saya ada yang dari Jayanti. Saat ditanya siapa yang membawa (mengoordinir) orang-orang dari Jayanti tersebut, saya tidak tahu,” ungkap RI kepada wartawan.
Kepala Desa Nambo Udik, Juhri Amaludin, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menyatakan bahwa pihak desa sebenarnya sudah menerima informasi awal terkait adanya rekrutmen. Namun, ia telah berpesan agar perusahaan mengutamakan warga sekitar.
“Sebelumnya sudah ada informasi ke desa. Saya sudah berpesan agar utamakan masyarakat sekitar supaya warga saya bisa diberdayakan dan bekerja di perusahaan yang ada di lingkungan Desa Nambo Udik,” jelas Juhri.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu realisasi dari hasil musyawarah tersebut agar tercipta keadilan bagi tenaga kerja lokal di wilayah Kecamatan Cikande.







