Rekrutmen di Pabrik Kaleng, Warga: Tidak Ada Uang ya Tidak Kerja

- Penulis

Sabtu, 27 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com. Serang | Soal sanggahan (Hak Jawab) HRD PT IMCP bernama Bagus yang dilayangkan ke redaksi Faktaindonesianews.com yang kemudian tersebar di masyarakat melalui pasan WhatsApp, masyarakat Desa Junti ikut buka suara.

Dikatakan beberapa warga, bahwa PT IMCP yang dikenal pabrik Kaleng oleh masyarakat setempat jarang menerima (membuka) lowongan kerja, terutama bagi warga pribumi. Kecuali ada pelicin (uang sogok) masuk ke PT IMCP.

“Kerja disini harus pake uang sogokan saja. Belum ada uang mana bisa kerja, susah kalo nggak ada sogokan (puguh duit bae),” kata warga, kepada media.

Menurutnya, apalagi orang luar, orang sini (pribumi) saja pake calo, mulai dari 8 juta hingga goceng (maksudnya lima juta-red). Dan kalau mau kerja di pabrik kaleng tidak ada uang ya tidak bisa kerja.

“Kalo ada yang bilang kerja di pabrik keleng (PT IMCP) tidak pake uang itu hoax pak, bohong. Boro-boro geratis, mau pabrik Kaleng atau Payung juga sama semua harus pake uang,” terangnya.

Sebelumnya Bagus selaku HRD PT IMCP membaut hak jawab di salah satu media online, dan di poin 3, bahwa proses rekrutmen di PT IMCP mengedepankan sistem Quota (60:40) dan prioritas warga Desa Junti namun dibantah warga, jika itu hoax.

Kemudian di poin ke 4, proses rekrutmen di PT IMCP tidak membutuhkan biaya/membayar. Semua tahapan tes dilakukan secara obyektif dan terbuka, lagi – lagi warga Desa Junti dengan tegas menyatakan, itu bohong.

( maulana/JSR )

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru