Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com. Pandeglang — Di tengah semangat berbagi pada bulan suci Ramadan, diskursus tentang bantuan sosial kembali mengemuka. Sorotan kali ini datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Pandeglang terhadap mekanisme pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirapel untuk tiga hari pada pekan pertama Ramadan, Senin (23/02/2026).

Sekretaris DPD KNPI Pandeglang, Entis Sumantri, menilai sistem rapelan tersebut perlu ditelaah secara rasional dan akuntabel. Menurutnya, bantuan publik tidak cukup berhenti pada niat baik, tetapi harus terukur dalam realisasi.

“Jika satu menu dihargai Rp10.000 per hari, maka ketika dirapel untuk lima hari, totalnya menjadi Rp30.000. Nilai itu harus tercermin dalam jumlah maupun kualitas menu yang diterima. Jangan sampai ada selisih antara angka dan realitas,” ujarnya.

Dalam logika anggaran, akumulasi nominal semestinya berbanding lurus dengan akumulasi manfaat. Rp10.000 per hari berarti Rp30.000 untuk tiga hari. Maka, masyarakat berhak mengetahui apakah nilai tersebut hadir secara utuh dalam bentuk makanan yang diterima siswa.

Seorang sumber di lingkungan pendidikan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Patia dan Kecamatan Sukaresmi, menu untuk tiga hari disebutkan didistribusikan sekaligus dalam satu waktu.

“Anak-anak menerima untuk tiga hari langsung dibagikan sekaligus. Secara jumlah memang disebut untuk tiga hari, tetapi kami berharap kualitas dan kelayakannya tetap terjaga,” ujarnya.

Pernyataan itu mempertegas pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Distribusi sekaligus, terutama dalam konteks makanan, menuntut jaminan mutu agar tetap layak konsumsi dan sesuai standar gizi.

Sekertaris KNPI Pandeglang Entis Sumantri pun mengajak para wali murid dan penerima manfaat untuk ikut berhitung secara kritis—menghitung jumlah paket, menilai kesesuaian kualitas, serta memastikan bahwa nilai anggaran tidak tereduksi dalam praktik.

“Pengawasan bersama bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan tanggung jawab kolektif. Jika ditemukan ketidaksesuaian, silakan dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti,” tegas Entis.

Ramadan, yang mengajarkan integritas dan kejujuran, menjadi momentum reflektif bagi tata kelola kebijakan publik. Program MBG bukan sekadar distribusi pangan, melainkan representasi kehadiran negara dalam memastikan hak dasar generasi muda.

Pada akhirnya, persoalan ini tidak berhenti pada angka Rp10.000 atau Rp30.000. Ia menyentuh dimensi etis: apakah bantuan benar-benar hadir sebagai hak yang utuh, atau hanya sebagai angka administratif. Jawaban atas pertanyaan itu, sebagaimana diserukan KNPI Pandeglang, dapat dimulai dari langkah sederhana—berhitung bersama, secara jujur dan terbuka.

Berita Terakait

H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang
Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Senin, 6 April 2026 - 13:54 WIB

H. Retno Juarno SH : Jika Tak Mampu Tangani Sampah, Mending Ganti Kepala UPTD Wilayah 1, Kabupaten Tangerang Tak Kekurangan Orang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Berita Terabru

kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Kementerian ATR/BPN Jadi _Supporting_ Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Kamis, 9 Apr 2026 - 17:32 WIB

Gadgets

Diduga Lalai, Lapak Limbah B3 di Cikande Ludes Terbakar

Rabu, 8 Apr 2026 - 20:53 WIB