Penabanten.com, Kota Serang – Sebuah gagasan yang sangat luar biasa oleh Maryati Seorang perempuan yang sudah membangun transformasi Startup Campus tanpa pendanaan investor dan murni dari perjuangan sendiri, kini hadir Politeknik Digital Indonesia dalam acara Grand launching Politeknik Digital Indonesia dengan tema ” Kuliah Sambil Kerja, Raih Sarjana Terapan (D4) Berstandar Internasional ” yang berlokasi di Ballroom Le Dian Hotel &Cottages, Jl.Jend Sudirman No.88, Kota Serang Banten. Sabtu (30/8/2025) Pagi pukul 08:30 Wib.
Acara dihadiri oleh Maryati, B.Sc., M.M., Direktur Politeknik Digital Indonesia, Prof.Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Nur Agis Aulia, S.Sos., Wakil Walikota Serang, Irene Umar, B.A., Wakil Menteri Ekonomi kreatif Indonesia., Adang Abdurrahman selaku PLT Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan taklupa pula kehadiran dari Perwakilan dunia usaha, industri kreatif, komunitas influencer, dan media yaitu KADIN, HIPMIKINDO, KUMPUL, BNI Amplify, Muhammadiyah, Forum Penggerak Kewirausahaan Nasional, dan Ikatan Pelajar Nu Banten.
Dari Platform editch hingga menjadi perguruan tinggi internasional, Startupcampus.id kini resmi bertransformasi menjadi politeknik digital Indonesia di serang Banten.
Startup campus Politeknik Digital Indonesia telah melatih lebih dari 10.000 talenta digital dengan pertumbuhan peserta hingga tujuh kali lipat hanya dalam dua tahun.
Dalam sambutannya Maryati selaku Direktur Politeknik Digital Indonesia menyampaikan dihadapan tamu undangan yang hadir
“ Indonesia tertinggal dibandingkan negara ASEAN lain dalam jumlah lulusan perguruan tinggi. Hanya 11% usia produktif kita yang bergelar sarjana. Politeknik Digital Indonesia hadir untuk menjawab tantangan itu dengan pendekatan internasionalisasi yang nyata,” Ucapnya
” Internasionalisasi Sebagai Pembeda
Politeknik Digital Indonesia akan membuka tiga program studi unggulan — Bisnis Digital, Sains Data Terapan, dan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak — dengan gelar Sarjana Terapan (S.Tr.). Kurikulumnya menggabungkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, pengalaman industri, dan jejaring global.
Salah satu program andalannya, Global Immersion Program (GIP), siap mendatangkan 350 mahasiswa asing mulai tahun ajaran 2025.
Para peserta akan menjalani semester lintas kota (Jakarta, Serang, Bali, Lombok), belajar budaya lokal, berdialog dengan pemerintah daerah, serta mengerjakan proyek berbasis isu nyata.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Besar
Transformasi ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Serang yang menargetkan Politeknik Digital Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi digital daerah,” Tambah Maryati.
Sambung Adang Abdurrahman selaku PLT Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten
” Mudah mudahan dengan adanya politeknik digital Indonesia menambah pilihan bagi para calon peserta didik calon mahasiswa yang dulu memang jurusan jurusan nya adanya ditempat lain sekarang sudah ada di provinsi Banten mudah mudahan ini menambah pilihan bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan kejenjang lebih tinggi, kita melaksanakan digitalisasi memang perlu pelajaran yang mendalam baik itu untuk peserta didik atau untuk kita sekarang kita didengungkan semua digitalisasi dari semua bidang inti dari digitalisasi adalah logika, inti dari logika adalah berpikir oleh sebab itu Mari kita kembangkan pelajaran yang berpikir kritis sehingga memacu peserta didik atau mahasiswa untuk mengacu kesimpulan itu berdasarkan logika,” Ujarnya.
Nur Agis Aulia, S.Sos., Wakil Walikota Serang selaku tamu undangan dari pemerintahan kota serang dan nur Agis sangat bangga dan kota Serang sangat butuh dengan perkuliahan politeknik Digital Indonesia dan agis ingin melahirkan masyarakat kota serang dengan SDM yang berkualitas
” Digitalisasi merupakan salah satu kunci dan Alhamdulillah kota serang sekarang punya politeknik digital Indonesia, kota serang provinsi Banten butuh politeknik digital kita ingin melahirkan SDM yang berkualitas, Alhamdulillah saya bersama pak walikota konsen dengan pembangunan fisik dan pembangunan Non fisik pak wali fokus pembangunan kota dan saya fokus di pembangunan SDM karena itu penting,” Tutupnya.