Penabanten.com, Serang, – Ketua DPW Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) Provinsi DKI Jakarta, Nana Sumarna, menilai pentingnya kepemimpinan kolaboratif lintas generasi dalam struktur Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) mendatang. Hal itu disampaikannya di tengah pelaksanaan Muktamar XXI PBMA di Kota Serang, (11/4).
Menurut Nana, pola kolaborasi lintas generasi dapat menjadi ajang transfer pengalaman dan nilai. Generasi tua, yang umumnya memiliki kedalaman ilmu agama (tafaqquh fiddin) serta pengalaman organisasi, dapat berperan sebagai mentor atau penasihat untuk menjaga prinsip, visi, dan keutuhan ormas.
“Sedangkan generasi muda dapat menerapkan pola kolaborasi di bidang inovasi dan dakwah digital. Mereka membawa energi baru, kreativitas, dan literasi teknologi digital. Mereka menjadi ujung tombak dalam dakwah modern, pengelolaan media sosial, dan menyasar generasi milenial dan Gen Z,” jelas Nana.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas generasi juga merupakan bagian dari strategi sinergi kebijakan. Hal itu memungkinkan PBMA memiliki kebijakan yang tetap berakar pada nilai tradisional namun adaptif terhadap perkembangan zaman.
Namun, Nana mengingatkan adanya tantangan dalam kepemimpinan PBMA mendatang, terutama jika frekuensi kepengurusan belum terbentuk. “Kolaborasi yang belum optimal sering kali masih bersifat seremonial,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya seluruh sumber daya organisasi memahami makna kolaborasi, tidak sekadar slogan. “Kolaborasi lintas generasi harus dikondisikan dari tingkat seremonial menjadi substantif. Di mana generasi muda diberikan ruang pengambilan keputusan yang lebih besar dengan pengawasan dan keteladanan dari generasi tua,” pungkas Nana.













