Miris, Warga Kota Serang 12 Tahun Tinggal Bekas kandang kerbau

- Penulis

Rabu, 13 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, kota serang – ditahun 2020 Sudah Berumur 13 Tahun waktu yang lumayan lama dalam pembelajaran penataan, pelayanan, pembinaan, Pembangunan, ekonomi dan lain sebagainya semua itu untuk peningkatan dan kemajuan taraf hidup masyarakat nya, namun ternyata di kisi lain di dalam corong Pembangunan dan pemukiman masih ada masyarakat nya yang memiliki RTLH (Rumah Tidak Layak huni) seperti Muntarif dengan istri Kastiyah dan 1 anak nya yang tinggal di kampung Kamanduran Rt. 003 Rw. 001 Desa Teritih Kecamatan Walantaka Kota Serang Provinsi Banten yang mana tempat tinggal nya bekas kandang kerbau beralaskan tanah merah hanya di lapisi anyaman bambu saja selama 12 tahun. Selasa 12 Januari 2020

Menurut tetangga nya Jon, Mustarif itu tinggal di bekas kandang kerbau itu kira-kira sudah 12 tahun yang di tutup dinding nya dengan anyaman bambu saja.
” Yang saya tau Muntarif (45th) bekerja sebagai buruh harian lepas kenek bangunan, sedangkan istri nya Kastiyah (37th) hanya ibu rumah tangga mereka tinggal di bekas kandang kerbau bertiga dengan 1 anaknya yang tidak sekolah karena kata Mustarif dia sudah tidak mampu membiayai sekolah anaknya, Katanya.
masih menurut Jon, kira-kira Mustarif dengan keluarga nya itu tinggal bertetangga dengan saya sudah 12 tahunan, terus terang saya sendiri miris melihat nya saya bersama warga yang lainnya paling bisa bantu semampu nya, untuk bantuan dari pemerintah mungkin ada entah bentuk uang atau sembako tapi kalau bantuan bedah rumah seperti nya belum terlihat, saya mohon kepada pemerintah kota serang khusus nya saya perwakilan dari masyarakat kampung Kamanduran memohon kepada DPUPR ( Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat) kota serang agar segera mengagendakan dan menganggarkan dalam bantuan Rumah layak huni untuk warga kami (Mustarif ) karena memang sebenar-benarnya keadaan tempat tinggalnya sangat tidak layak. harap nya Jon.

Sedangkan harapan Mustarif saat di konfirmasi awak media mengatakan, sangat menginginkan tempat tinggal yang layak untuk keluarga kecilnya agar mereka nyaman.
“siapa seh pak yang tidak mau membuat kan tempat tinggal atau rumah yang layak dan nyaman untuk keluarga kecilnya, hanya saja karena penghasilan nya saya nya yang belum bisa apa-apa syukuri saja yang ada walaupun harus tinggal di bekas kandang kerbau. penghasilan saya hanya bisa untuk makan dan jajan anak sehari-hari nya belum bisa menyisihkan uang untuk yang lain namanya juga kerja buruh harian ngebantuin tukang bangunan kalo ada kerjaan ya dikerjakan gaji sehari ga menentu bagaimana pemilik rumah nya kadang di bayar sehari Rp.80.000 ada juga yang bayar Rp.100.000 kalo ga ada yang nyuruh ya terpaksa nganggur, kalau sudah nganggur kadang ketemu makan 2 kali kadang 1 kali sehari namun saya bersyukur punya tetangga baik baik kadang ada yang memberi bantuan kepada kami berupa uang ada juga makanan, ungkap Mustarif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih dengan Mustarif, saya tinggal di sini sudah 12 tahunan dulu tempat tinggal saya kandang kerbau karena sudah tidak ada kerbau nya maka dinding nya saya kasih anyaman bambu seadanya yang penting tertutup saya dan keluarga sangat berharap sekali kepada pemerintah kota serang khususnya agar dapat memberikan bantuan kepada kami berupa rumah yang layak huni agar keluarga kami dapat tinggal dengan nyaman, kasihan dengan istri dan anak saya, kalau musim hujan begini atap rumah kami bocor istri dan anak saya harus geser mencari tempat yang tidak kebocoran, semoga saja Allah SWT secepatnya mengabulkan permohonan keluarga kami melalui pemerintah kota serang. harap Mustarif. Maulana/Indra

Berita Terakait

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu
Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry
Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan
Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi
Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu
DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat
Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terakait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:56 WIB

Panas! Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia Tuding Wartawan Sepihak: GOWIL Siap Bongkar Fakta Anggaran MBG Gunung batu

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:06 WIB

Diduga Intimidasi dan Kriminalisasi Pengurus Serikat, Buruh Ancam Demo PT Aci Chemical Industry

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:55 WIB

Pesantren Kilat di SD Negeri Penancangan 4: Meningkatkan Iman di Bulan Ramadhan

Senin, 23 Februari 2026 - 19:15 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Cigeulis Dikritik Monoton, Pengelola Beri Penjelasan Soal Nutrisi

Senin, 23 Februari 2026 - 12:24 WIB

Rapelan 3 Hari MBG di Awal Ramadan, KNPI Pandeglang Ajak Wali Murid Berhitung Kesesuaian Rp10 Ribu per Menu

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar apresiasi kunjungan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono ke PB Mathla’ul Anwar

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:28 WIB

PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Langkah Cepat Menteri ATR/BPN Sertifikasi Tanah Wakaf: Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:49 WIB

Kementerian ATR/BPN Bentuk Satgas untuk Pengamanan Aset PT Telkom Indonesia

Berita Terabru