Mengenang Masa Ke Jayaan Banten Di Masa Lalu Oleh Abah Anom

Sabtu, 29 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com , Banten – KH. TB. Saheudin yang akrab didapat dengan Abah Anom. Ingin mengajak para generasi untuk tidak melupakan sejarah masa lalu. Abah Anom pada kesempatan ini mengulas tentang KEJAYAAN BANTEN MASALALU, supaya Generasi sekarang tidak mudah melupakan.

Puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fath Abdul Fatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa, Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional, sehingga perekonomian kesultanan waktu itu maju pesat.

Wilayah kekuasaannya pun semakin meluas, meliputi sisa kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesultanan Banten mengadakan hubungan dengan negara-negara lain melalui jalur laut. Pengiriman pejabat ke berbagai negara seringkali dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Inilah masa keemasan Kesultanan Banten.

Sultan Ageng Tirtayasa sempat mengirimkan dua orang utusannya ke Inggris sebagai duta besar yang ditugasi juga membeli senjata. Selain itu, sultan menggalang hubungan baik dengan Aceh, Makassar, India, Mongol, Turki, dan Arab.

Para penguasa Banten yang pergi ke Arab untuk menunaikan haji dan ke Inggris untuk menunaikan tugas sebagai utusan, menggunakan kapal milik pedagang Inggris.

Sebagai sultan ke-6, Sultan Ageng Tirtayasa, tegas menentang segala bentuk penjajahan bangsa asing atas negaranya. Ia tidak pernah berkeinginan untuk berkompromi dengan Belanda. Pada 1645 hubungan Banten dengan Belanda semakin panas.

Pada 1656 pasukan Banten bergerilya di sekitar Batavia. Setahun kemudian, Belanda menawarkan perjanjian damai. Lantaran perjanjian itu hanya menguntungkan Belanda, sultan Banten menolaknya. Pada 1580 meletuslah perang besar antara Banten dan Belanda.

Perang itu berakhir pada 10 Juli 1659 dengan ditandai penandatanganan perjanjian gencatan senjata. Sultan Ageng Tirtayasa memiliki putra mahkota yang bernama Abdul Kohar. Ia diangkat menjadi putra mahkota pada tanggal 16 Februari 1671 dengan gelar Sunan Abu’n Nasr Abdul Kohar yang dikenal sebagai Sultan Haji.

Putra mahkota inilah yang menjadi jalan bagi Belanda untuk mengadu domba sultan dengan putranya sendiri. Sultan Haji menginginkan perdamaian dengan Belanda dengan mengirimkan surat pada 1680 dan menyatakan bahwa ia adalah penguasa Banten sepenuhnya, bukan lagi Sultan Ageng Tirtayasa.

Pada 26 Februari 1682, Sultan Ageng Tirtayasa menyerbu Surosowan tempat Sultan Haji berkedudukan. Serangan tersebut berhasil, namun kemudian Surosowan direbut oleh Belanda di bawah pimpinan Kapten Tack. Pemerintahan Banten selanjutnya dipegang oleh Sultan Haji.

Setelah Sultan Haji meninggal, terjadilah perebutan kekuasaan di antara anak-anaknya, akibat campur tangan dari Belanda. Sejak saat itu terjadi gonta-ganti sultan dan Kesultanan Banten mulai mengalami kemunduran.

Sejarah Masa Lalu Diatas Menjadi Saksi Beradaban Masa Kemasa, Dan Bukti Betapa Besarnya Bangsa Ini Dengan Segala Kearifannya,Kemgahannya,Dan Begitu Giginya Leluhurkita didalam Memperjuangkan Sejengkal tanah dari Para Penjajah, Dengan Tumpah Darah Keringat, Menjadikan Kita Bangga Sampai Saat ini bisa menikmati Segala yang ada di bumi Nusantara ini, Tinggal bagai mana cara Kita Menghargainya, Menjaganya, Merawatnya, Jangan sampai dirusak oleh nafsu dan kedudukan.

PAGURON JALAK BANTEN NUSANTARA
Sebagai Wadah Pemersatu Seluruh Elemen Bangsa yang bertujuan mengangkat kembali Marwah Peradaban Kejayaan Kesultanan Banten masa lalu serta Kesultanan /Kerejaan Nusantara yang memiliki hubungan erat dengan berdirinya NKRI .

Sudah jelas dengan keberagaman di negeri ini mewarisi sejarah yang tidak bisa di lupakan. Hadirnya PJBN ditengah tengah masyarakat Sebagai Wadah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa Ini.

Untuk itu mari kita bersama-sama Menjaga ,Merawat, Melestarikan, dan Mensyiarkan pada seluruh dunia bahwasannya keberagam Inilah yang menjadikan bangsa ini kuat, dan semoga dimasa yang akan datang menjadi MECUSUAR. (Harisranau)

Berita Terkait

Pon-Pes Raudhatul Ulum Cidahu Pandeglang: “Sejuta Santri Seribu Ulama”
Polda Banten Enggan Tangani Pengaduan Dugaan Gratifikasi Website Desa di Kabupaten Serang
DKM Masjid Ar Rahmah Gelar Malam Nisfu Syaban dan Santunan Yatim-Piatu
Pasca Revitalisasi Sungai Gus Ipul, Dirjen Dayasos Kemensos Kunjungi Desa Talaga
Kunjungi Sungai Gus Ipul, Heru Sudarmanto : Ini Program Yang Luar Biasa.
Rapat Pleno PWI Banten Putuskan Asep DM Jabat Ketua PWI  Pokja Lebak Selatan
Penyebar Video Pencabulan Di Kecamatan Sukadiri  Bantah  orang tua kandung Dengan Tegas  Video Itu Tidak Benar Alias Hoax
Ketum SMSI Firdaus  Jumpai Jendral TNI (Purn) Dudung Abdurachman

Berita Terkait

Sabtu, 26 Juli 2025 - 08:24 WIB

Pon-Pes Raudhatul Ulum Cidahu Pandeglang: “Sejuta Santri Seribu Ulama”

Selasa, 8 April 2025 - 20:31 WIB

Polda Banten Enggan Tangani Pengaduan Dugaan Gratifikasi Website Desa di Kabupaten Serang

Kamis, 13 Februari 2025 - 23:31 WIB

DKM Masjid Ar Rahmah Gelar Malam Nisfu Syaban dan Santunan Yatim-Piatu

Jumat, 24 Januari 2025 - 00:35 WIB

Pasca Revitalisasi Sungai Gus Ipul, Dirjen Dayasos Kemensos Kunjungi Desa Talaga

Kamis, 16 Januari 2025 - 19:01 WIB

Kunjungi Sungai Gus Ipul, Heru Sudarmanto : Ini Program Yang Luar Biasa.

Rabu, 15 Januari 2025 - 15:35 WIB

Rapat Pleno PWI Banten Putuskan Asep DM Jabat Ketua PWI  Pokja Lebak Selatan

Sabtu, 11 Januari 2025 - 11:42 WIB

Penyebar Video Pencabulan Di Kecamatan Sukadiri  Bantah  orang tua kandung Dengan Tegas  Video Itu Tidak Benar Alias Hoax

Selasa, 7 Januari 2025 - 07:31 WIB

Ketum SMSI Firdaus  Jumpai Jendral TNI (Purn) Dudung Abdurachman

Berita Terbaru

Pertanahan

Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025

Jumat, 29 Agu 2025 - 20:21 WIB

Pertanahan

Wamen Ossy Terima Penghargaan Baznas Award 2025

Jumat, 29 Agu 2025 - 20:21 WIB