Mengadu Soal Permasalahan Lahan, Forum Masyarakat Pasir Sedang Di Terima Bupati Pandeglang

- Penulis

Kamis, 12 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Pandeglang – Bupati Pandeglang, Irna Narulita menerima puluhan masyarakat Pasir Sedang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasir Sedang (FMPS), Rabu, (11/12/19). Mereka, mengadukan nasibnya berkaitan dengan permasalahan lahan tanah yang sudah mereka tinggali berpuluh puluh tahun lalu. Mereka berharap, Irna mampu membantu menyelesaikan permasalahan mereka.

Hal itu terungkap pada acara Audiens antara masyarakat Desa Pasir Sedang yang didampingi oleh LBH Tridarma Indonesia Pandeglang, selaku penerima kuasa dari masyarakat, juga mahasiswa yang tergabung dalam Forum Advokasi Mahasiswa Tridarma Indonesia (FAMTI) dengan Bupati Pandeglang beserta jajarannya.

Salah satu perwakilan FAMTI, Entis Sumantri mengatakan, Audiens kali ini, untuk mempertanyakan nasib masyarakat berkaitan dengan adanya persoalan status lahan tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada acara Audiens tadi, pihak Perhutani sudah mengakui soal adanya persoalan tanah tersebut. Namun, mereka belum melakukan tindak lanjut, karena, menurut mereka, mereka hanya sebagai pengelola saja. Sementara, menurut data yang ada, memang tanah tersebut jelas milik negara,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, setelah pihak Perhutani menjelaskan panjang lebar, pihak Pehutani mengembalikan persoalan ini kepada Bupati pandeglang dan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). “Intinya, mereka sudah beritikad baik memberikan kebebasan kepada masyarakat Pasir Sedang,” jelasnya.

Namun dalam hal ini, masih ujar aktifis yang akrab di panggil Tayo ini, ada sejumlah persyaratan yang harus ditempuh masyarakat. “Salah satunya yakni, harus melalui pengajuan dari Kementrian Hidup. Setelah persyaratan itu di proses, bahwa tanah tersebut sah secara hukum, baru ditindak lanjuti,” lanjutnya.

Baca Juga : Jelang Nataru, Kapolresta Tangerang dan Forkopimda bersilaturahmi dengan Pimpinan Gereja

Lebih lanjut Dia menjelaskan, menurut pihak BPN, mereka mengakui pernah ada pengajuan pembuatan sertifikat tanah di Desa Pasir Sedang. Akan tetapi, pihak BPN belum mendapatkan kejelasan soal status tanah tersebut. “Adapun nanti, statusnya sedah jelas secara hukum, dan dipastikan itu hak dari masyarakat Desa Pasir Sedang, pihak BPN akan menerima Pendaftaran pembuatan Sertifikat,” jelasnya.

Lebih lanjut Entis mengatakan, dari persoalan yang dibahas pada Audiens ini, bertumpu kepada Bupati Kabupaten Pandeglang, Irna Narulita. Tadi, Bupati mengatakan persoalan tanah di Desa Pasir Sedang ini, akan diupayakan dan akan segera di proses untuk ditindak lanjuti.

“Bupati akan secepatnya menyurati kepada Kementrian Lingkungan Hidup, kebetulan kata beliau dekat dengan Menteri Lingkungan Hidup. Kemudian, tadi Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta doa dan dukungan dari masyarakat. Agar persoalan tanah tersebut segera selesai dan bisa menjadi milik sah secara hukum menjadi milik masyarakat Pasir Sedang,” paparnya.

“Langkah selanjutnya, kami dari LBH dan Mahasiswa, akan merekomendasikan dan akan membentuk Tim untuk mengawal jalannya proses pembuatan surat sertifikat tanah, agar berjalan lancar dan sukses,” tutupnya.

Ditempat yang sama, puluhan masyarakat berharap persoalan status hukum lahan mereka yang sudah ditempati berpuluh puluh tahun lalu, bisa segera selesai.

“Kami berharap kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita, agar bisa membantu kami masyarakat Desa Pasir Sedang menyelesaikan persoalan tanah ini. Kami berterima kasih kepada Bupati beserta jajarannya yang sudah mau membantu kami. Demikian pula kepada saudara kami dari LBH Tridarma Indonesia Pandeglang dan kepada adik adik mahasiswa dari Forum Advokasi Mahasiswa Tridarma Indonesia, yang sudah mau membantu kami masyarakat Pasir Sedang, semoga amal kebajikan mereka di balas oleh Allah SWT,” pungkas puluhan masyarakat. (Risman).

Berita Terakait

Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW
Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional
Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik
Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno
Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang
Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Berita Terakait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:37 WIB

Demi Efek Jera, Inuar HumayA Pemerhati Minta Tindak Tegas Setiap Bentuk Anarkisme Demo PEMI AW

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:00 WIB

Dukung Kualitas Dakwah, 430 Mualim Al-Qur’an di Tangerang Tersertifikasi Secara Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:35 WIB

Pemerhati Hukum dan Ketua DPN LSM Minta Polis Usut Blokade Gerbang, Rusak CCTV hingga Lempar Kotoran: Demo di PT Pemi AW Balaraja Dikritik

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:32 WIB

Pihak PT Gradya Murni Utama, Meilina Tourisina Dampingin Kantor Hukum Firdaus Oiwobo, S.H., dan  Partner Sukses Ratakan Lahan Jungjing

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:12 WIB

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Hadir Layanan Kansultan Hukum Gratis Hari Fastival Bukan Bung Karno

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:13 WIB

Setelah 12 Tahun Menanti, Eksekusi Lahan Milik PT Gardya Murni Utama Berhasil Robohokan Bangunan liar  Berjalan Lancar

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:25 WIB

Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Gren Opening Lesehan KHAYIRA: Destinasi Kuliner Baru Masakan Sunda Asli di Kabupaten Tangerang

Berita Terabru