Lapangan Kerja di Banten Terbatas

Rabu, 13 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penabanten.com, Serang – Menyikapi Data Ketenagakerjaan Provinsi Banten hingga Agustus 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistisk (BPS) Provinsi Banten, dimana Lapangan kerja di Provinsi Banten terbatas, dengan angka pengangguran terbuka juga tinggi.

Dari data BPS berdasarkan pendidikan, terlihat jika tingkat pendidikan SLTA/sederajat menduduki posisi tertinggi yakni sebanyak 35.432 jiwa atau 36,11 persen, kemudian disusul SLTP/sederajat sebanyak 16.861 jiwa atau 17,18 persen dan tidak/belum sekolah sebanyak 13.767 jiwa atau 14,03 persen. Sementara tingkat pendidikan lainnya mengikuti setelahnya seperti lulusan SD/sederajat sebanyak 13.556 jiwa atau 13,82 persen, Diploma IV/Strata I sebanyak 8.142 jiwa atau 8,30 persen, belum tamat SD/sederajat sebanyak 6.752 atau 6,88 persen, Akademi/Diploma III/Sarjana sebanyak 2.566 jiwa atau 2,62 persen, Strata II sebanyak 523 jiwa atau 0,53 persen, Diploma I/II sebanyak 496 jiwa atau 0,51 persen dan strata III sebanyak 28 jiwa atau 0,03 persen.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Banten yang akrab disapa WH Ini langsung menggelar Rapat Terbatas dengan OPD terkait, dan terjun langsung mencari berbagai penyebab semua ini. Seperti diketahui bahwa walaupun terjadi tren penurunan angka pengangguran di Banten dari tahun ke tahun selama kurun waktu 3 tahun terakhir, dimana dalam data BPS bahwa pengangguran di Banten Agustus 2017 sebesar 9,28%, Agustus 2018 sebesar 8,52%, dan Agustus 2019 sebesar 8, 11%. Hanya menjadi persoalan ketika prosentase secara Nasional, Banten di kategorikan paling tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dalam angka pengangguran terbuka Nasional dari 7,05 juta penganggur, sebanyak 10,42 persen diantaranya merupakan lulusan SMK. Untuk di Pulau Jawa, Jawa Barat dengan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 1,9 juta jiwa, lulusan SMK mencapai 14,53 persen. Provinsi Jawa Timur dengan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 840 ribu jiwa, sebanyak 8,65 persen diantaranya adalah lulusan SMK. Jawa Tengah yang memiliki angka pengangguran terbuka sebanyak 820 juta jiwa, sebanyak 10,16 persen diantaranya merupakan lulusan SMK. Provinsi Banten dengan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 490,81 ribu orang, 13,03% merupakan lulusan SMK.

Untuk lulusan SMK dalam angka pengangguran terbuka yang juga telah menjadi persoalan nasional. Dimana Banten juga mengalami persoalan serupa layaknya daerah-daerah lainnya di Indonesia.

“Jadi memang, persoalan tersebut menjadi permasalahan nasional dan membutuhkan kerjasama semua pihak,” ungkapnya.

Itu sebabnya, Gubernur Banten menyarankan agar pendatang yang bermaksud mencari kerja di Provinsi Banten untuk benar-benar mempersiapkan kompetensinya mengingat tingkat persaingannya sangat tinggi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten setelah merujuk pada Data Profil Perkembangan Kependudukan di Provinsi Banten. Data ini juga telah sesuai dengan data pencari Surat Keterangan Pencari Kerja (Kartu Kuning) pada 8 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.

Jumlah penduduk yang bermigrasi dari provinsi lain ke Provinsi Banten mencapai 98.111 jiwa. Latar pendidikan terbanyak berasal dari lulusan SLTA sederajat hingga 35.432 jiwa atau 36,11 persen. Sebanyak 21.247 atau 21,66 persen di antaranya berstatus belum/tidak bekerja, sehingga hal ini menjadi salah satu indikator penyumbang cukup signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten. (Adv)

Berita Terkait

Wabup Intan Hadiri Gandrung Milad ke-IX Sanggar Seni Laras Hambalan: Seni Budaya adalah Identitas dan Cermin Karakter Masyarakat
Bupati Tangerang Hadiri Isra Mi’raj 1447 H di MI Nurul Huda Curug Wetan, Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat
Perkuat Pelayanan Publik, Pemerintah Lantik ASN Lulusan PTDI-STTD
Camat Cisoka Sumartono Alhamdulillah  Penyaluran Gerakan Pangan Murah ( GPM ) Cisoka Kondusif
Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait
Bupati Tangerang Serahkan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Untuk 500 Guru Ngaji Wilayah Pantura
Jelang Ramadan, Bupati Tangerang Pantau Harga Sembako di Pasar Mauk
Wabup Intan Monitoring Pelaksanaan GPM di Kelurahan Bojong Nangka Kelapa Dua

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:00 WIB

Wabup Intan Hadiri Gandrung Milad ke-IX Sanggar Seni Laras Hambalan: Seni Budaya adalah Identitas dan Cermin Karakter Masyarakat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:58 WIB

Bupati Tangerang Hadiri Isra Mi’raj 1447 H di MI Nurul Huda Curug Wetan, Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:56 WIB

Perkuat Pelayanan Publik, Pemerintah Lantik ASN Lulusan PTDI-STTD

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:29 WIB

Camat Cisoka Sumartono Alhamdulillah  Penyaluran Gerakan Pangan Murah ( GPM ) Cisoka Kondusif

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:48 WIB

Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:46 WIB

Bupati Tangerang Serahkan Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Untuk 500 Guru Ngaji Wilayah Pantura

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:44 WIB

Jelang Ramadan, Bupati Tangerang Pantau Harga Sembako di Pasar Mauk

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:57 WIB

Wabup Intan Monitoring Pelaksanaan GPM di Kelurahan Bojong Nangka Kelapa Dua

Berita Terbaru