penabanten.com, Pandeglang – Setelah Aktivis FPR angkat bicara terkait lemahnya pengawasan pihak dinas pertanian kaitan pembangunan program Jalan Usaha Tani (JUT) atau jalan pertanian yang merupakan prasarana tranportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, holtikultura, perkebunan rakyat dan peternakan) untuk memperlancar mobilisasi alat dan pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lokasi lahan, akhirnya kepala dinas pertanian kabupaten Pandeglang akan segera cek lokasi terkait kebenaran yang ramai di berita.Sabtu 21/09/2024.
Sebelumnya hasil cek aktivis dan media pembangunan Perkerasan Jalan Usaha Tani (JUT) Kelompok Makmur 2 yang berada di Desa Parungkokosan Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang provinsi Banten diduga amburadul dan tidak sesuai spesifikasi Pasalnya, kegiatan jalan usaha tani yang seharusnya menggunakan matrial batu belah terlebih dahulu baru menggunakan batu scrop di lokasi kegiatan tidak terlihat material batu belah namun hanya pasangan batu kecil /scrop saja.kata Aan Andrian Aktivis FPR (Front Pendamping Rakyat) juga meminta kepada dinas terkait agar mengawal jalanya pembanguan tersebut karna menurut Aan anggaran yang di glontorkan cukup lumayan besar mencapai Rp. 200.000.000.( Dua ratus juta rupiah).
” Bangunan Perkerasan jalan usaha tani yang berada di desa Parungkokosan yang di kerjakan kelompok tani Makmur 2 ini saya menduga cara pemasangan batu belah tidak terlihat melainkan langsung menggunakan batu scrop saja, saya juga sudah cek lokasi dan saya ukur ketebalanya juga menurut saya itu tidak sesuai padahal ini baru tahap pertama pencarian saya berharap kepada dinas pertanian kabupaten Pandeglang yang berkompeten agar bisa mengawal jalanya pembangunan tersebut umumnya di kecamatan cikeusk khususnya di desa Parungkokosan karna jujur saya khawatir akan terjadi mar’up apabila tidak ada pengawasan namun setelah saya konfirmasi dan adukan ke pihak dinas pertanian Alhamdulillah beliau merespon hasil temuan kita di lapangan” Tegas Aan.
Hal yang sama juga di katakan kordinator penyuluh pertanian kecamatan cikeusk juga akan segera mengecek langsung ke lokasi pembangunan tersebut.
” Insya Allah hati Senin saya bersama konsultan akan cek ke lokasi” jawabnya via WhatsApp
Hasil pantauan media sebelumnya kemarin di lokasi, awal pekerjaan hingga ada yang sudah selesai kurang lebih 400 meter ini diduga kuat pekerjaannya asal jadi dan terkesan dikerjakan terburu-buru.
Setelah di Kongo ulang IRI setelah di tanya susahnya di konfirmasi via tlp apalagi di temui setelah munculnya berita baru dia menjawab dengan alasan hp nya ketinggalan di box motor.
” Mohon maaf pak hp saya ketinggalan di box motor saya lupa ngambil ” kelahnya.via WhatsApp.
(Ron)







